Perkembangan media penyimpanan data (data storage) sejak komputer tercipta berubah sangat signifikan. Perbandingannya sangat mencolok, sebagai contoh data yang tersimpan dalam sebuah media penyimpanan sangat kecil, di bawah 4096 bits. Jika dikalkulasikan, 1 DVD setara dengan 90.000.000 punch card!!.
1. Punch Card
Sejak tahun 1725 telah dirancang sebuah media untuk menyimpan data yang diperkenalkan oleh seorang tokoh bernama Basile Bouchon menggunakan sebuah kertas berforasi untuk menyimpan pola yang digunakan pada kain. Namun pertama kali dipatenkan untuk penyimpanan data sekitar 23 September 1884 oleh Herman Hollerith - sebuah penemuan yang digunakan lebih dari 100 tahun hingga pertengahan 1970. Contoh di sini adalah bagaimana sebuah punch card dapat berfungsi sebagai media penyimpanan, memiliki 90 kolom (90 column punch card), terjadi tahun 1972. Jumlah data yang tersimpan dalam media tersebut sangat kecil, dan fungsi utamanya bukanlah menyimpan data namun menyimpan pengaturan (setting) untuk mesin yang berbeda.
2. Punch Tape
Seorang tokoh bernama Alexander Bain merupakan orang yang pertama kali mengetahui penggunaan paper tape yang biasanya digunakan untuk mesin faksimili dan mesin telegram (tahun 1846). Setiap baris tape menampilkan satu karakter, namun karena Anda dapat membuat fanfold dengan mudah maka dapat menyimpan beberapa data secara signifikan menggunakan punch tape dibandingkan dengan punch card.
3. Selectron Tube
Pada tahun 1946 RCA mulai mengembagkan Selectron Tube yang merupakan awal format memori komputer dan Selectron Tube terbesar berukuran 10 inci yang dapat menyimpan 4096 bits Harga satu buah tabung sangat mahal dan umurnya sangat pendek di pasaran.
4. Magnetic Tape
Pada tahun 1950-an magnetic tape telah digunakan pertama kali oleh IBM untuk menyimpan data. Saat sebuah rol magetic tape dapat menyimpan data setara dengan 10.000 punch card, membuat magnetic tape sangat populer sebagai cara menyimpan data komputer hingga pertengahan tahun 1980-an.
5. Compact Cassette
Compact Cassette merupakan salah satu bagian dari Magnetic Tape, dikarenakan sudah banyak dari kita yang telah memilikinya, hal itu menjadi bagian yang khusus. Compact Cassette diperkenalkan oleh Philips pada tahun 1963, namun tidak sampai tahun 1970 menjadi populer. Komputer, seperti ZX Spectrum, Commodore 64 dan Amstrad CPC menggunakan kaset untuk menyimpan data. Standar 90 menit Compact Cassette dapat menyimpan sekitar 700kB hingga 1MB dari data tiap sisinya. Jika disetarakan dengan DVD, maka data dalam Compact Cassette dapat dijalankan selama 281 hari.
6. Magnetic Drum
Magnetic Drum memiliki panjang 16 inci yang bekerja 12.500 putaran tiap menit. Media ini digunakan untuk menunjang komputer IBM 650 sekitar 10.000 karakter dari Memori Utama.
7. Floppy Disk
Pada tahun 1969, floppy disk pertama kali diperkenalkan. Saat itu hanya bisa membaca (read-only), jadi ketika data tersimpan tidak dapat dimodifikasi maupun dihapus. Ukurannya 8 inch dan dapat menyimpan data sekitar 80kB. Empat tahun kemudian, floppy disk yang sama muncul dan dapat menyimpan data sebanyak 256kB. Selain itu, memiliki kemampuan dapat ditulis kembali (writeable). Perkembangan selanjutnya, pada tahun 1990 lahir disk dengan ukuran 3 inci yang dapat menyimpan data sekitar 250 MB, atau biasa disebut juga Zip disk.
8. World’s first hard drive
Tanggal 13 September 1956, komputer IBM 305 RAMA dalam kondisi tidak terselubungi. Komputer tidak mengalami perubahan sejak dapat menyimpan data sekitar 4.4 MB (setara dengan 5 milyar karakter) - saat itu sudah menjadi hal yang menakjubkan. Data tersimpan dalam 50 buah Magnetic Diks yang berukuran 24 inci. Lebih dari 1000 sistim dibangun dan diproduksi pada akhir tahun 1961. IBM mengeluarkan seharga $3,200 per bulan untuk memproduksi komputer.
9. Hard drive
Hard drive masih diproduksi di bawah pengembangan yang tetap (konstan). Hitachi Deskstar 7K yang Anda lihat pada gambar di bawah adalah hard drive pertama kali yang dapat menyimpan data 500GB – setara dengan 120.000 World’s first hard drive IBM 305 RAMAC. Hal ini cenderung tiap tahun kita dapat memperoleh drive yang dapat menyimpan data secara cepat dengan harga murah.
10. Laser Disk
Tahun 1958, Laser Disk ditemukan namun tidak sampai tahun 1972 untuk pertama kalinya Video Disk didemonstrasikan kepada publik. Enam tahun kemudian, yaitu tahun 1978, sudah tersedia di beberapa pasaran. Hal yang tidak mungkin menyimpan data pada disk, namun mereka dapat menyimpan data dalam bentuk video dan gambar secara signifikan dengan kualitas tinggi lebih canggih dari teknik pada VHS.
11. Compact Disk
Compact disk muncul bermula dari penemuan Laser Disk, namun berukuran lebih kecil. Dikembangkan oleh kerjasama antara SONY dan Philips pada tahun 1979 dan Compact Disk sangat berlimpah di pasaran pada tahun 1982. Sekarang tipe CD dapat menyimpan data sebesar 700MB.
12. DVD
DVD (Digital Versatile Disc atau Digital Video Disc) merupakan dasar dari CD menggunakan teknologi laser yang berbeda. Panjang gelombang laser menggunakan 780nm sinar inframerah (standar CD menggunakan 625 nm hingga 650nm sinar inframerah) yang membuatnya memungkinkan menyimpan data pada space yang sama. Dua lapisan DVD dapat menyimpan data sebesar 8.5 GB.
13. Media Penyimpanan Masa Depan
Ada beberapa media penyimpanan data modern seperti kartu memori (memory card), kita tidak memiliki hal semacam itu, namun dalam perkembangan masa depan ada kemungkinan me-launching Blu-Ray dan HD DVD - persaingan dua format sebagai pengganti compact disc yang dapat menyimpan data lebih banyak.
Apa yang akan Anda ucapkan jika suatu saat memiliki Holographic Versatile Disc (HVD) yang dapat menyimpan data 160 kali lebih banyak dari Blu-Ray Disc. Kemampuan menyimpa data hingga 3.9 TB (Tera Byte) dalam sebuah disk atau secara dengan 4.600 - 11.900 jam menjalankan video menggunakan MPEG4.
Mengenal Jenis Frekwensi Radio Komunikasi dan Cara Kerjanya
Sebagian dari kita pasti sudah mengenal radio komunikasi yang lebih dikenal dengan nama Walkie Talkie, atau mungkin dengan nama Handy Talkie (HT). Tetapi apakah kita juga tahu bagaimana sebenarnya proses transmisi radio komunikasi tersebut dan frekwensi apa yang digunakan?.
Secara umum, jenis frekwensi yang digunakan oleh radio komunikasi adalah VHF (Very High Frequency) dan HF (High Frequency).
Apa itu VHF (Very High Frequency)?
VHF biasanya digunakan untuk radio komunikasi jarak dekat dan beroperasi pada frekwensi 100-300 Mhz. Hal ini disebabkan karena gelombang radio dipancarkan secara garis lurus (horizontal). Sehingga jika pada jarak antara 2 stasiun terdapat objek – objek seperti bangunan, pohon – pohon yang tinggi, ataupun pegunungan yang lebih tinggi dari pancaran gelombang radio, maka sudah pasti transmisi yang dikirimkan ataupun diterima akan terhambat. Gambarannya kira – kira seperti dibawah ini
Dari ilustrasi tersebut kita bisa melihat ada 3 objek yang berpotensi menghambat transmisi yaitu objek bangunan, dimana gelombang yang dipancarkan berhenti dan hilang ketika mengenai objek penghalang, kemudian objek pohon, diamana gelombang masih dapat dipancarkan sampai stasiun tujuan tetapi dengan sangat lemah, sehingga bisa saja transmisi yang disampaikan tidak dapat diterima dengan jelas. Terakhir adalah objek pegunungan, dimana gelombang yang dipancarkan dipantulkan kembali, sehingga transmisi yang dikirim sama sekali tidak dapat mencapai stasiun tujuan.
Apa itu HF (High Frequency) ?
HF (High Frequency) merupakan gelombang radio yang bekerja pada frekwensi 2 – 24 Mhz, dan biasanya digunakan untuk radio komunikasi jarak jauh karena sifat gelombangnya yang dapat memantul sehingga tidak memiliki efek hambatan pada objek. Dan ditambah lagi dengan kemampuan frekwensi ini untuk memantul pada lapisan ionosphere, sehingga jarak sejauh apapun dapat dijangkau oleh frekwensi ini, dengan catatan dalam keadaan cuaca yang cukup bagus. Gambarannya kira – kira seperti dibawah ini
Perhatikan bahwa gelombang pertama yang dikirimkan melewati lapisan ionosphere dan memantul kembali ke bumi menuju ke stasiun tujuan. Dan gelombang kedua yang terhambat oleh objek, memantul secara terus menerus sampai ke stasiun tujuan.
Dari kedua jenis frekwensi diatas, kita dapat melihat perbedaan yang signifikan. Dan penggunaan frekwensi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dari perorangan ataupun institusi. Tetapi bagi kebanyakan institusi, mereka biasanya selalu menggunakan radio komunikasi yang bekerja pada kedua frekwensi tersebut.
• Frekwensi UHF untuk komunikasi biasanya digunakan untuk transmisi broadband seperti pada telepon satelit ataupun stasiun televisi.
Setahu saya, penggunaan frekwensi itu berdasarkan alokasi frekwensi yang diberikan oleh pihak yang berwenang, untuk Indonesia ditentukan oleh Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Jadi sebelumnya kita harus mendaftarkan dulu frekwensi berapa dan jenis frekwensi yang akan kita gunakan.
Dan, alat radio komunikasi disesuaikan dengan jenis frekwensi yang dipakai. Berdasarkan pengalaman saya, radio komunikasi VHF seperti merk ICom dan Motorola hanya bisa digunakan pada frekwensi VHF saja.
Secara umum, jenis frekwensi yang digunakan oleh radio komunikasi adalah VHF (Very High Frequency) dan HF (High Frequency).
Apa itu VHF (Very High Frequency)?
VHF biasanya digunakan untuk radio komunikasi jarak dekat dan beroperasi pada frekwensi 100-300 Mhz. Hal ini disebabkan karena gelombang radio dipancarkan secara garis lurus (horizontal). Sehingga jika pada jarak antara 2 stasiun terdapat objek – objek seperti bangunan, pohon – pohon yang tinggi, ataupun pegunungan yang lebih tinggi dari pancaran gelombang radio, maka sudah pasti transmisi yang dikirimkan ataupun diterima akan terhambat. Gambarannya kira – kira seperti dibawah ini
Dari ilustrasi tersebut kita bisa melihat ada 3 objek yang berpotensi menghambat transmisi yaitu objek bangunan, dimana gelombang yang dipancarkan berhenti dan hilang ketika mengenai objek penghalang, kemudian objek pohon, diamana gelombang masih dapat dipancarkan sampai stasiun tujuan tetapi dengan sangat lemah, sehingga bisa saja transmisi yang disampaikan tidak dapat diterima dengan jelas. Terakhir adalah objek pegunungan, dimana gelombang yang dipancarkan dipantulkan kembali, sehingga transmisi yang dikirim sama sekali tidak dapat mencapai stasiun tujuan.
Apa itu HF (High Frequency) ?
HF (High Frequency) merupakan gelombang radio yang bekerja pada frekwensi 2 – 24 Mhz, dan biasanya digunakan untuk radio komunikasi jarak jauh karena sifat gelombangnya yang dapat memantul sehingga tidak memiliki efek hambatan pada objek. Dan ditambah lagi dengan kemampuan frekwensi ini untuk memantul pada lapisan ionosphere, sehingga jarak sejauh apapun dapat dijangkau oleh frekwensi ini, dengan catatan dalam keadaan cuaca yang cukup bagus. Gambarannya kira – kira seperti dibawah ini
Perhatikan bahwa gelombang pertama yang dikirimkan melewati lapisan ionosphere dan memantul kembali ke bumi menuju ke stasiun tujuan. Dan gelombang kedua yang terhambat oleh objek, memantul secara terus menerus sampai ke stasiun tujuan.
Dari kedua jenis frekwensi diatas, kita dapat melihat perbedaan yang signifikan. Dan penggunaan frekwensi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dari perorangan ataupun institusi. Tetapi bagi kebanyakan institusi, mereka biasanya selalu menggunakan radio komunikasi yang bekerja pada kedua frekwensi tersebut.
• Frekwensi UHF untuk komunikasi biasanya digunakan untuk transmisi broadband seperti pada telepon satelit ataupun stasiun televisi.
Setahu saya, penggunaan frekwensi itu berdasarkan alokasi frekwensi yang diberikan oleh pihak yang berwenang, untuk Indonesia ditentukan oleh Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Jadi sebelumnya kita harus mendaftarkan dulu frekwensi berapa dan jenis frekwensi yang akan kita gunakan.
Dan, alat radio komunikasi disesuaikan dengan jenis frekwensi yang dipakai. Berdasarkan pengalaman saya, radio komunikasi VHF seperti merk ICom dan Motorola hanya bisa digunakan pada frekwensi VHF saja.
REPEATER
Repeater (Pengulang) adalah menyerupai satu stasion yang tidak mempunyai operator,biasanya terletak di tempat yang TINGGI seperti diatas bukit ,Gedung bertingkat atau bangunan tinggi. Pada umumnya pengulang di tempatkan di satu kawasan yang TINGGI. Pengulang berfungsi memancar semula sinyal lemah atau kuat dari Pemancar Radio Bimbit (Walkie Talkie / Handy Talkie) atau pemancar dari hp (Mobile) agar memancarkan sinyal lebih kuat dan jauh. Sehingga komunikasi antar Handy Talkie (HT) atau mobil dapat lebih sempurna dalam jangkauan yang lebih jauh.
Repeater (Pengulang) terdiri dari PENERIMA (RX / Input) dan PEMANCAR (TX /OUTPUT) Serta beberapa peralatan tambahan dan pendukung atau dikenali sebagai "DUPLEXER". Dengan bantuan penapis ( Low / High Pass Fillter), membolehkan ia berfungsi memancar dan menerima dalam waktu yang sama. Berbeda dengan komunikasi biasa yang dilakukan seperti diantara dua stasion (Simplex) yang hanya menggunakan satu frekuensi sebagai penerima dan memancar dalam frekuensi yang sama.
Dengan menggunakan pengulang (Repeater) berkomunikasi menjadi lancar tanpa hambatan, meskipun menggunakan Handy Talky (HT).
Repeater (Pengulang) terdiri dari PENERIMA (RX / Input) dan PEMANCAR (TX /OUTPUT) Serta beberapa peralatan tambahan dan pendukung atau dikenali sebagai "DUPLEXER". Dengan bantuan penapis ( Low / High Pass Fillter), membolehkan ia berfungsi memancar dan menerima dalam waktu yang sama. Berbeda dengan komunikasi biasa yang dilakukan seperti diantara dua stasion (Simplex) yang hanya menggunakan satu frekuensi sebagai penerima dan memancar dalam frekuensi yang sama.
Dengan menggunakan pengulang (Repeater) berkomunikasi menjadi lancar tanpa hambatan, meskipun menggunakan Handy Talky (HT).
MENGGALI POTENSI BLOG
Berbicara tentang Blog yang saat ini tengah digemari oleh banyak orang, seringkali tidak bisa lepas dari potensinya yang besar dalam hal pendapatan finansial. Google AdSense yang menjadi fenomena pendapatan online di Indonesia sejak tahun 2006 dianggap sebagai sumber pendanaan yang paling mudah dan menguntungkan.
Berbondong-bondong para pemilik web memasangkan kode AdSense di situsnya. Mereka berlomba-lomba untuk mendatangkan pengunjung ke situsnya, sehingga dapat menciptakan peluang untuk memperoleh dolar setiap kali iklan di-klik oleh pengunjung.
Informasi mengenai peluang ini terus menyebar, komunitas-komunitas bermunculan, sehingga akhirnya AdSense menjadi ladang bisnis yang luar biasa besar, menggiurkan, dicari-cari oleh banyak pengguna internet, dan seringkali menjadi sebab awal seseorang terjun ke dunia internet.
AdSense adalah hasil karya kreatif dan merupakan program periklanan yang ditawarkan oleh Google. Semua pemilik web diperbolehkan memasang iklan AdSense di situs mereka asalkan tidak melanggar perjanjian yang sudah ditetapkan oleh Google AdSense. Iklan yang ditampilkan adalah iklan-iklan dari para pemasang iklan yang terdaftar di Google Adwords.
Google Adwords merupakan layanan dari Google untuk menjaring iklan dari para pemasang iklan di seluruh dunia. Iklan tersebut akan ditampilkan di dalam halaman hasil pencarian Google, situs-situs rekanan Google, dan situs-situs yang bergabung ke Google AdSense
Para pemasang iklan di Adwords dapat mengatur kata kunci (keyword) yang menyebabkan iklannya tampil di sebuah website. Apabila isi dari situs Anda sesuai dengan kata kunci yang telah diatur oleh para pemasang iklan, maka iklan tersebut akan muncul di dalam situs Anda.
Apabila iklan tersebut di-klik oleh pengunjung situs Anda, maka si pemasang iklan akan membayar sejumlah uang kepada Google sesuai dengan besaran dana yang dia ajukan sebelumnya. Selanjutnya Google akan menyimpan sejumlah uang ke dalam akun Anda sebagai hasil jerih payah menarik pengunjung memilih iklan tersebut.
Melangkah Lebih Jauh
Namun sebelum melangkah lebih jauh, ada satu hal yang perlu ditekankan. Google AdSense bukanlah program cepat kaya seperti yang sekarang diasumsikan oleh banyak orang. Bukan kaya dalam satu malam, bukan pula mendapat ratusan dolar hanya dengan duduk depan komputer 10 menit sehari.
AdSense adalah bisnis yang sama dengan bisnis di dunia nyata! Sama seperti bisnis lain, perlu dedikasi yang tinggi untuk sukses di dunia ini. Penjelasan tersebut bukan untuk menakut-nakuti Anda, namun lebih semata-mata menghindari kesalahpahaman yang selama ini dibuat oleh banyak orang.
Banyak dari mereka kemudian mundur di tengah jalan setelah mengetahui bahwa ada yang perlu dipelajari, dipraktekkan, serta dibutuhkan ketekunan untuk mengelolanya. Agar tidak menjadi salah satu dari mereka, tulisan ini dibuka dengan fakta dan alasan yang sesuai dengan hasil yang akan Anda peroleh.
Namun optimislah, yakinlah dengan kerja keras hasil pasti akan dituai. Sudah banyak sekali para pemilik akun AdSense Indonesia yang berpendapatan rutin paling tidak 100 USD per bulan.
Anda bisa mampir ke forum adsense-id.com atau situs buku-adsense.blogspot.com untuk melihat dan membuktikan. Tidak ada alasan bagi Anda untuk kalah sebelum bertanding. Belajar dan praktekan, niscaya penghasilan rutin dari Google AdSense bisa anda raih.
Yang Harus Dilakukan
Jika Anda bukanlah orang yang mahir membuat web, Blog dapat menjadi pilihan yang mudah. Pertama-tama, buatlah terlebih dahulu akun Blog di www.blogger.com. Blogger.com atau sering disebut sebagai Blogspot merupakan layanan Blog gratis yang memberikan kemudahan kepada penggunanya dalam memasang iklan dari Google AdSense. Layanan Blog gratis yang lain tidak memungkinkan untuk hal tersebut.
Selanjutnya mulailah menulis berbagai hal yang Anda sukai. Jika dimungkinkan, tulislah dalam bahasa Inggris yang dapat dibaca oleh pengunjung dari seluruh dunia. Jika perlu, Anda bisa menggunakan dwi bahasa dalam satu artikel untuk mempermudah pengunjung Indonesia dan manca negara.
Selanjutnya promosikan Blog Anda ke pengguna internet di seluruh dunia melalui Google, Yahoo!, dan mesin pencari lainnya. Anda dapat mencoba http://www.google.com/addurl/ untuk mendaftarkan situs Anda ke dalam Google dan https://siteexplorer.search.yahoo.com/submit untuk Yahoo!.
Untuk membuat betah pengunjung, tambahkan beberapa asesoris Blog atau sering disebut sebagai widget ke dalam sisi Blog. Salah satu widget yang umumnya dibutuhkan adalah kotak pesan atau shoutbox untuk meninggalkan pesan, berkomentar, ataupun memberikan kritik dan saran. Asesoris jam, kalender, dan pencatat jumlah pengunjung (web counter) juga umumnya dipasang untuk memperindah tampilan Blog.
Setelah semuanya disiapkan, Anda dapat mendaftarkan diri ke Google AdSense, baik melalui http://adsense.google.com maupun melalui fasilitas penambahan elemen halaman yang terdapat di dalam menu Tata Letak atau Layout. Anda akan memperoleh kode JavaScript yang dapat digunakan untuk menampilkan iklan di dalam Blog Anda.
Tidak Harus Dikunjungi
Karena Blog menyediakan teknologi RSS atau Really Simple Syndication, artikel yang Anda tulis di dalamnya bisa dibaca oleh orang lain tanpa harus mengunjungi situs pemiliknya. Anda bisa menggunakan ponsel, PDA, atau aplikasi desktop untuk membaca artikel-artikel di dalam Blog tanpa harus membuka situs tersebut. RSS merupakan format dokumen untuk bertukar konten yang menggunakan kode-kode XML.
Selain RSS, Anda juga dapat menggunakan Atom yang berfungsi sama namun lebih baru namun belum digunakan secara luas. Sama halnya dengan RSS, Atom juga merupakan format dokumen untuk bertukar konten yang menggunakan kode-kode XML.
Dengan menggunakan Aggregator atau pembaca dokumen RSS/Atom, sebagian informasi di dalam Blog bahkan dapat digabungkan ke dalam situs lain. Sebagai contohnya, Anda dapat melihat berita-berita dari situs web media massa tertentu di dalam http://bukutips2.blogspot.com dan http://id.yahoo.com.
Apabila sebagian informasi tersebut di-klik, maka halaman web akan berpindah ke halaman pemilik informasi tersebut. Hal ini dapat digunakan untuk meningkatkan popularitas dan jumlah kunjungan ke situs Anda. Semakin banyak pengunjung, apalagi dari mancanegara, semakin terbuka peluang iklan-iklan yang ada di dalam Blog dipilih.
Semakin banyak iklan di-klik oleh pengunjung, maka semakin besar peluang untuk memperoleh dolar dari Google AdSense. Asalkan jujur dalam menjalankan usaha ini, pendapatan tersebut akan dapat Anda nikmati dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Sudah tidak sabar mendapatkan Dolar dari AdSense?
Berbondong-bondong para pemilik web memasangkan kode AdSense di situsnya. Mereka berlomba-lomba untuk mendatangkan pengunjung ke situsnya, sehingga dapat menciptakan peluang untuk memperoleh dolar setiap kali iklan di-klik oleh pengunjung.
Informasi mengenai peluang ini terus menyebar, komunitas-komunitas bermunculan, sehingga akhirnya AdSense menjadi ladang bisnis yang luar biasa besar, menggiurkan, dicari-cari oleh banyak pengguna internet, dan seringkali menjadi sebab awal seseorang terjun ke dunia internet.
AdSense adalah hasil karya kreatif dan merupakan program periklanan yang ditawarkan oleh Google. Semua pemilik web diperbolehkan memasang iklan AdSense di situs mereka asalkan tidak melanggar perjanjian yang sudah ditetapkan oleh Google AdSense. Iklan yang ditampilkan adalah iklan-iklan dari para pemasang iklan yang terdaftar di Google Adwords.
Google Adwords merupakan layanan dari Google untuk menjaring iklan dari para pemasang iklan di seluruh dunia. Iklan tersebut akan ditampilkan di dalam halaman hasil pencarian Google, situs-situs rekanan Google, dan situs-situs yang bergabung ke Google AdSense
Para pemasang iklan di Adwords dapat mengatur kata kunci (keyword) yang menyebabkan iklannya tampil di sebuah website. Apabila isi dari situs Anda sesuai dengan kata kunci yang telah diatur oleh para pemasang iklan, maka iklan tersebut akan muncul di dalam situs Anda.
Apabila iklan tersebut di-klik oleh pengunjung situs Anda, maka si pemasang iklan akan membayar sejumlah uang kepada Google sesuai dengan besaran dana yang dia ajukan sebelumnya. Selanjutnya Google akan menyimpan sejumlah uang ke dalam akun Anda sebagai hasil jerih payah menarik pengunjung memilih iklan tersebut.
Melangkah Lebih Jauh
Namun sebelum melangkah lebih jauh, ada satu hal yang perlu ditekankan. Google AdSense bukanlah program cepat kaya seperti yang sekarang diasumsikan oleh banyak orang. Bukan kaya dalam satu malam, bukan pula mendapat ratusan dolar hanya dengan duduk depan komputer 10 menit sehari.
AdSense adalah bisnis yang sama dengan bisnis di dunia nyata! Sama seperti bisnis lain, perlu dedikasi yang tinggi untuk sukses di dunia ini. Penjelasan tersebut bukan untuk menakut-nakuti Anda, namun lebih semata-mata menghindari kesalahpahaman yang selama ini dibuat oleh banyak orang.
Banyak dari mereka kemudian mundur di tengah jalan setelah mengetahui bahwa ada yang perlu dipelajari, dipraktekkan, serta dibutuhkan ketekunan untuk mengelolanya. Agar tidak menjadi salah satu dari mereka, tulisan ini dibuka dengan fakta dan alasan yang sesuai dengan hasil yang akan Anda peroleh.
Namun optimislah, yakinlah dengan kerja keras hasil pasti akan dituai. Sudah banyak sekali para pemilik akun AdSense Indonesia yang berpendapatan rutin paling tidak 100 USD per bulan.
Anda bisa mampir ke forum adsense-id.com atau situs buku-adsense.blogspot.com untuk melihat dan membuktikan. Tidak ada alasan bagi Anda untuk kalah sebelum bertanding. Belajar dan praktekan, niscaya penghasilan rutin dari Google AdSense bisa anda raih.
Yang Harus Dilakukan
Jika Anda bukanlah orang yang mahir membuat web, Blog dapat menjadi pilihan yang mudah. Pertama-tama, buatlah terlebih dahulu akun Blog di www.blogger.com. Blogger.com atau sering disebut sebagai Blogspot merupakan layanan Blog gratis yang memberikan kemudahan kepada penggunanya dalam memasang iklan dari Google AdSense. Layanan Blog gratis yang lain tidak memungkinkan untuk hal tersebut.
Selanjutnya mulailah menulis berbagai hal yang Anda sukai. Jika dimungkinkan, tulislah dalam bahasa Inggris yang dapat dibaca oleh pengunjung dari seluruh dunia. Jika perlu, Anda bisa menggunakan dwi bahasa dalam satu artikel untuk mempermudah pengunjung Indonesia dan manca negara.
Selanjutnya promosikan Blog Anda ke pengguna internet di seluruh dunia melalui Google, Yahoo!, dan mesin pencari lainnya. Anda dapat mencoba http://www.google.com/addurl/ untuk mendaftarkan situs Anda ke dalam Google dan https://siteexplorer.search.yahoo.com/submit untuk Yahoo!.
Untuk membuat betah pengunjung, tambahkan beberapa asesoris Blog atau sering disebut sebagai widget ke dalam sisi Blog. Salah satu widget yang umumnya dibutuhkan adalah kotak pesan atau shoutbox untuk meninggalkan pesan, berkomentar, ataupun memberikan kritik dan saran. Asesoris jam, kalender, dan pencatat jumlah pengunjung (web counter) juga umumnya dipasang untuk memperindah tampilan Blog.
Setelah semuanya disiapkan, Anda dapat mendaftarkan diri ke Google AdSense, baik melalui http://adsense.google.com maupun melalui fasilitas penambahan elemen halaman yang terdapat di dalam menu Tata Letak atau Layout. Anda akan memperoleh kode JavaScript yang dapat digunakan untuk menampilkan iklan di dalam Blog Anda.
Tidak Harus Dikunjungi
Karena Blog menyediakan teknologi RSS atau Really Simple Syndication, artikel yang Anda tulis di dalamnya bisa dibaca oleh orang lain tanpa harus mengunjungi situs pemiliknya. Anda bisa menggunakan ponsel, PDA, atau aplikasi desktop untuk membaca artikel-artikel di dalam Blog tanpa harus membuka situs tersebut. RSS merupakan format dokumen untuk bertukar konten yang menggunakan kode-kode XML.
Selain RSS, Anda juga dapat menggunakan Atom yang berfungsi sama namun lebih baru namun belum digunakan secara luas. Sama halnya dengan RSS, Atom juga merupakan format dokumen untuk bertukar konten yang menggunakan kode-kode XML.
Dengan menggunakan Aggregator atau pembaca dokumen RSS/Atom, sebagian informasi di dalam Blog bahkan dapat digabungkan ke dalam situs lain. Sebagai contohnya, Anda dapat melihat berita-berita dari situs web media massa tertentu di dalam http://bukutips2.blogspot.com dan http://id.yahoo.com.
Apabila sebagian informasi tersebut di-klik, maka halaman web akan berpindah ke halaman pemilik informasi tersebut. Hal ini dapat digunakan untuk meningkatkan popularitas dan jumlah kunjungan ke situs Anda. Semakin banyak pengunjung, apalagi dari mancanegara, semakin terbuka peluang iklan-iklan yang ada di dalam Blog dipilih.
Semakin banyak iklan di-klik oleh pengunjung, maka semakin besar peluang untuk memperoleh dolar dari Google AdSense. Asalkan jujur dalam menjalankan usaha ini, pendapatan tersebut akan dapat Anda nikmati dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Sudah tidak sabar mendapatkan Dolar dari AdSense?
langkah2 membuat firefox 3 super cepat
Modzilla firefox merupakan browser yang cukup cepat dan juga memiliki tingkat security yang lebih baik disbanding IE. Bagi pengguna Modzilla firefox berikut saya sampaikan langkah-langkah untuk meningkatkan kecepatan Modzilla firefox hingga mencapai 25% - 40%. Tapi perlu diingat kecepatan browsing sangat tergantung pada kecepatan koneksi internet anda
• Buka Modzilla firefox anda dan ketik “about:config” (tanpa tanda petik) pada address bar lalu tekan enter, lalu cari network.http.pipelining ubah setting entries dengan mendouble klik pada entries atau klik kiri lalu tekan enter sehingga menjadi true.
• Cari network.http.pipelining.maxrequests ubah setting entries dengan men-double klik pada entries atau klik kiri lalu tekan enter sehingga nilainya menjadi 32, artinya akan membuat 32 request dalam sekali.
• Ketikkan pada address bar atau cari network.http.proxy.pipelining ubah settingan dengan men-double klik pada entries sehingga menjadi true.
• Lalu cari entries network.dns.disableIPv6 ubah setting entries dengan mengklik ganda pada entries atau klik kiri lalu tekan enter sehingga menjadi true
• Kemudian cari plugin.expose_full_path ubah settingan dengan melakukan double klik pada entries atau klik kiri lalu tekan enter sehingga menjadi true
• Klik kanan (di mana saja) kemudian select new lalu klik integer ketik nglayout.initialpaint.delay pada preference name, kemudian set nilai menjadi “0” (nol)
• Lalu klik kanan à select new à integer ketik content.notify.backoffcount pada preference name, lalu ubah nilai menjadi 5.
• Klik kanan lagi kemudian select new lalu klik integer ketik ui.submenuDelay pada kotak isian, kemudian ganti nilainya menjadi “0” (nol)
• Restart Modzilla Firefox Anda
• Buka Modzilla firefox anda dan ketik “about:config” (tanpa tanda petik) pada address bar lalu tekan enter, lalu cari network.http.pipelining ubah setting entries dengan mendouble klik pada entries atau klik kiri lalu tekan enter sehingga menjadi true.
• Cari network.http.pipelining.maxrequests ubah setting entries dengan men-double klik pada entries atau klik kiri lalu tekan enter sehingga nilainya menjadi 32, artinya akan membuat 32 request dalam sekali.
• Ketikkan pada address bar atau cari network.http.proxy.pipelining ubah settingan dengan men-double klik pada entries sehingga menjadi true.
• Lalu cari entries network.dns.disableIPv6 ubah setting entries dengan mengklik ganda pada entries atau klik kiri lalu tekan enter sehingga menjadi true
• Kemudian cari plugin.expose_full_path ubah settingan dengan melakukan double klik pada entries atau klik kiri lalu tekan enter sehingga menjadi true
• Klik kanan (di mana saja) kemudian select new lalu klik integer ketik nglayout.initialpaint.delay pada preference name, kemudian set nilai menjadi “0” (nol)
• Lalu klik kanan à select new à integer ketik content.notify.backoffcount pada preference name, lalu ubah nilai menjadi 5.
• Klik kanan lagi kemudian select new lalu klik integer ketik ui.submenuDelay pada kotak isian, kemudian ganti nilainya menjadi “0” (nol)
• Restart Modzilla Firefox Anda
ENAM TOPI BERPIKIR
1.Berpikir topi putih (fakta dan angka yang objektif)
Bayangkanlah sebuah komputer yang mampu memberikan fakta dan angka-angka yang diminta. Komputer itu netral dan objektif. Ia tidak memberikan tafsiran atau pendapat. Bila mengenakan berpikir topi putih, pemikir seharusnya meniru komputer. Orang yang meminta informasi seyogianya menggunakan pertanyaan yang terfokus guna memperoleh informasi atau mengisi jurang informasi.
Dalam prakteknya terdapat sistem pengikat dua dari informasi. Pengikat pertama berisi fakta yang dicek dan dibuktikan- fakta kelas satu. Pengikat kedua berisi fakta yang diyakini benar tetapi belum sepenuhnya dicek- fakta kelas dua. Ada suatu spektrum kesamaan yang terbentang dari ‘selalu benar’ sampai pada ‘tidak pernah benar’. Diantaranya terdapat tingkatan-tingkatan yang dapat digunakan seperti ‘secara keseluruhan’,’kadangkala’, dan ‘adakalanya’. Informasi jenis ini dapat digunakan di bawah topi putih, asalkan “kerangka” yang tepat di pakai untuk menunjukan kesamaan.
Berpikir topi putih merupakan suatu ilmu dan suatu petunjuk. Pemikir berusaha lebih netral dan lebih objektif dalam penyajian informasi. Anda dapat diminta mengenakan berpikir topi putih atau anda dapat meminta seseorang menggunakannya. Anda dapat menentukan mengenakan atau menggalakannya. Putih itu (polos) menunjukan kenetralan.
2.Berpikir topi merah (pandangan emosional)
Mengenakan topi merah memberikan izin kepada pemikir untuk berkata: “beginilah perasaan saya tentang masalah itu”. Topi merah membenarkan emosi dan perasaan sebagai bagian penting dari berpikir. Topi merah membuat perasaan kelihatan sehingga perasaan-perasaan tersebut dapat menjadi bagian peta berpikir dan menjadi bagian sistem nilai yang memilih rute pada peta itu.
Topi merah menyediakan suatu metode yang menyenangkan bagi seorang pemikir untuk memasuki dan beralih dari mode perasaan dengan cara yang tidak mungkin tanpa suatu sarana demikian. Topi merah mengizinkan seorang pemikir menyelidiki perasaan-perasaan orang lain dengan meminta suatu pandangan topi merah. Apabila seorang pemikir sedang menggunakan topi merah, seyogianya tidak pernah ada suatu usaha untuk membenarkan perasaan-perasaan atau memberikan suatu dasar yang logis bagi alasan-alasan tersebut.
Topi merah meliputi dua jenis perasaan. Pertama, ada emosi-emosi biasa seperti yang kita kenal, yang terbentang dari emosi-emosi yang kuat seperti ketakutan dan ketidaksenangan sampai pada emosi-emosi yang lebih tajam seperti kecurigaan. Kedua, ada penilaian yang kompleks yang memasuki jenis-jenis perasaan demikian seperti firasat, intuisis, indera, rasa, perasaan estetis dan jenis-jenis perasaan lainnya yang tida dapat dibenarkan. Di mana suatu pendapat mempunyai ukuran yang luas dari jenis perasaan ini, maka pendapat itu dapat juga sesuai di bawah topi merah.
3.Berpikir topi hitam (aspek-aspek yang negatif)
Berpikir topi hitam secara khusus menyangkut penilaian negatif. Pemikir topi hitam menunjukan apa yang salah, tidak tepat,dan keliru. Pemikir topi hitam menunjukan bagaimana sesuatu hal itu tidak sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan kita. Pemikir topi hitam menunjukan mengapa sesuatu tidak dapat berfungsi atau bekerja. Pemikir topi hitam menunukan pelbagai risiko dan bahaya yang mungkin. Pemikir topi hitam menunjukan kesalahan suatu desain.
Berpikir topi hitam bukanlah argumen dan tidak pernah dapat dipandang demikian. Berpikir topi hitam adalah suatu usaha objektif untuk meletakan unsur-unsur negatif pada peta berpikir. Berpikir topi hitam mungkin menunjukkan kekeliruan dalam prosedur berpikir dan metodenya sendiri.
Berpikir topi hitam boleh menilai suatu gagasan terhadap masa lalu untuk melihat seberapa baik apa yang terjadi di masa lalu sesuai dengan sekarang ini.
Berpikir topi hitam dapat memproyeksikan suatu gagasan ke masa depan untuk melihat apa yang kini salah dan menimbulkan kegagalan.
Berpikir topi hitam dapat meminta pertanyaan-pertanyaan negatif. Berpikir topi hitam tidak boleh dipergunakan untuk mencakup keinginan yang negatif atau perasaan-perasaan negatif yang sebenarnya merupakan fungsi topi merah.
4.Berpikir topi kuning (optimis, harapan dan berpikir positif)
Berpikir topi kuning itu bersifat positif dan konstruktif. Warna kuning melambangkan cahaya mentari, kecerahan dan optimisme. Berpikir topi kuning memperhatikan penafsiran positif sama seperti berpikir topi hitam memperhatikan penafsiran negatif. Berpikir topi kuning meliputi spektrum positif yang bertentangan dari yang logis dan praktis di satu ujung sampai pada mimpi, impian, dan harapan di ujung yang lain. Berpikir topi kuning memeriksa dan menyelidiki nilai dan keuntungan. Kemudian berpikir topi kuning berusaha mengutamakan optimisme yang logis sekalipun terbatas hanya itu- asalkan tipe-tipe optimisme lainnya dengan tepat dikabulkan.
Berpikir topi kuning bersifat konstruktif dan generatif. Dari berpikir topi kuning muncul pelbagai usul dan anjuran kongkret. Berpikir topi kuning menyangkut ‘operacy’ dan membuat sesuatu terjadi. Tujuan berpikir topi kuning adalah keefektifan.
Berpikir topi kuning menjadi spekulatif dan mencari oportunitas. Berpikir topi kuning juga menyangkut impian dan mimpi. Berpikir topi kuning tidak menyangkut euphoria positif semata (topi merah) dan juga tidak secara langsung menciptakan gagasan baru (topi hiaju).
5.Berpikir topi hijau (kreativitas dan gagasan-gagasan baru)
Topi hijau digunakan untuk berpikir kreatif. Orang yang memakai topi hijau akan menggunakan idiom-idiom berpikir kreatif. Idiom-idiom tersebut diperlukan untuk mengolah hasil sebagai hasil yang kreatif. Idealnya, baik pemikir maupun pendengar seyogianya menggunakan topi berpikir tersebut. Warna hijau melambangkan kesuburan, pertumbuhan, dan kegunaan semaian.
Aspek fundamental dari berpikir topi hijau adalah pencarian berbagai alternatif. Oleh karena itu perlulah refleksi terhadap apa yang diketahui dan yang jelas serta yang memuaskan. Dengan istirahat yang kreatif pemikir topi hijau beristirahat pada suatu saat tertentu untuk mempertimbangkan apakah ada dan terdapat gagasan alternatif pada saat tersebut. Tidak perlu mencari alasan untuk istirahat tersebut.
Dalam berpikir topi hijau idiom gerak-maju menggantikan idiom penilaian dan pertimbangan. Pemikir berusaha maju dari satu gagasan guna mencapai gagasan lain yang baru. Bagian terpenting dari berpikir topi hijau adalah provokasi yang disimbolkan dengan kata po. Provokasi digunakan untuk membawa kita keluar dari pola-pola berpikir yang biasa. Ada banyak cara untuk membentuk provokasi termasuk metode kata yang acak.
Berpikir lateral merupakan seperangkat sikap, idiom dan teknik (termasuk gerak-maju, provokasi dan po) untuk melintasi pola-pola dalam sebuah sistem berpola asimetrik yang mengorganisir sendiri. Sistem tersebut digunakan untuk menghasilkan konsep-konsep dan persepsi-persepsi baru.
6.Berpikir topi biru (pengendalian dan pengaturan proses berpikir)
Topi biru merupakan topi kendali. Pemikir topi biru mengatur berpikirnya sendiri. Berpikir topi biru adalah berpikir yang menyangkut berpikir yang diperlukan untuk mengolah suatu persoalan. Pemikir topi biru bagaikan pemimpin orkes. Pemikir topi biru juga menggunakan topi-topi lainnya. Pemikir topi biru membatasi subjek yang terhadapnya berpikir tersebut ditujukan. Berpikir topi biru menyusun fokusnya. Berpikir topi biru membatasi persoalan dan membentuk persoalan. Berpikir topi biru menetukan tugas-tugas berpikir yang akan dilakukan.
Berpikir topi biru bertanggung jawab untuk membuat iktisar, tinjauan luas dan kesimpulan. Ketiga hal ini dapat saja dikerjakan saat demi saat dalam suatu kurun berpikir dan pada saat akhir berpikir. Berpikir topi biru memantau berpikir dan meyakinkan bahwa aturan-aturan permainan diamati. Berpikir topi biru membuktikan argumen dan menegaskan pada peta tipe berpikir. Berpikir topi biru menerapkan disiplin. Berpikir topi biru dapat digunakan untuk menyelipkan apa yang diminta topi lainnya. Berpikir topi biru dapat juga dipergunakan untuk membuat urutan pelaksanaan berpikir secara tahap demi tahap yang harus diikuti sama seperti suatu tari mengikuti koreografinya.
Bahkan bila peran berpikir topi biru yang khusus diberikan kepada seseorang, masih terbuka juga bagi seseorang menawarkan komentar dan petunjuk-petunjuk topi biru. Musuh terbesar berpikir adalah kerumitan, karena kerumitan menimbulkan kebingungan. Bila berpikir itu jelas dan sederhana, maka akan dapat lebih dinikmati atau menyenangkan dan lebih efektif. Keenam konsep topi berpikir amat sederhana untuk ditangkap dan dimengerti. Keenam konsep tersebut juga gampang diterapkan.
Terdapat dua tujuan utama terhadap keenam konsep topi berpikir itu. Tujuan yang pertama adalah menyederhanakan berpikir dengan mengizinkan seorang pemikir menyelesaikan suatu hal pada suatu saat. Meskipun harus menyimpan emosi, logika, informasi, harapan dan kreativitas semua pada saat yang sama, namun pemikir tersebut mampu memisahkan hal-hal tersebut tadi. Walaupun menggunakan logika untuk mendukung emosi yang setengah tersembunyi pemikir dapat mengemukakan emosi tersebut di bawah topi berpikir merah tanpa perlu melakukan pembenaran. Topi berpikir hitam kemudian dapat mengurusi aspek logika tersebut.
Tujuan utama yang kedua dari keenam konsep topi berpikir mengizinkan suatu peralihan dalam berpikir. Jika seseorang pada suatu pertemuan telah bersikap negatif, orang itu dapat diminta menggunakan ‘topi berpikir hitam’. Hal ini memberikan tanda kepada orang tersebut bahwa ia sedang bersikap negatif. Orang itu dapat juga diminta mengenakan ‘topi berpikir kuning’. Hal ini merupakan permintaan langsung menjadi bersikap positif. Dengan cara demikian keenam topi memberikan suatu idiom yang tertentu tanpa perlu melakukan penyerangan. Apa yang paling penting adalah bahwa idiom itu tidak mengancam ego atau kepribadian orang. Dengan kembali kedalam pemeranan atau bahkan suatu permainan, konsep topi-topi tersebut memungkinkan kita memilih tipe-tipe berpikir tertentu. Topi itu menjadi sejenis alat bantu untuk memberikan instruksi.
Penulis tidak menganjurkan bahwa pada setiap saat dalam berpikir kita bahwa kita harus sadar menggunakan suatu topi atau topi lainnya. Hal ini tidak perlu. Biasanya jika ingin mengenakan topi-topi dalam urutan yang telah disusun resmi dan dalam kasus-kasus demikian kita telah mengatur struktur tersebut sebelumnya. Lebih sering lagi kita ingin mengenakan salah satu topi dengan formalitasnya dalam suatu kesempatan diskusi. Atau kita mungkin meminta orang lain pada diskusi tersebut mengenakan suatu topi tertentu. Pertama-tama hal ini kelihatan aneh dan janggal, tetapi pada saatnya akan kelihatan sangat biasa untuk melontarkan permintaan yang demikian.
Bayangkanlah sebuah komputer yang mampu memberikan fakta dan angka-angka yang diminta. Komputer itu netral dan objektif. Ia tidak memberikan tafsiran atau pendapat. Bila mengenakan berpikir topi putih, pemikir seharusnya meniru komputer. Orang yang meminta informasi seyogianya menggunakan pertanyaan yang terfokus guna memperoleh informasi atau mengisi jurang informasi.
Dalam prakteknya terdapat sistem pengikat dua dari informasi. Pengikat pertama berisi fakta yang dicek dan dibuktikan- fakta kelas satu. Pengikat kedua berisi fakta yang diyakini benar tetapi belum sepenuhnya dicek- fakta kelas dua. Ada suatu spektrum kesamaan yang terbentang dari ‘selalu benar’ sampai pada ‘tidak pernah benar’. Diantaranya terdapat tingkatan-tingkatan yang dapat digunakan seperti ‘secara keseluruhan’,’kadangkala’, dan ‘adakalanya’. Informasi jenis ini dapat digunakan di bawah topi putih, asalkan “kerangka” yang tepat di pakai untuk menunjukan kesamaan.
Berpikir topi putih merupakan suatu ilmu dan suatu petunjuk. Pemikir berusaha lebih netral dan lebih objektif dalam penyajian informasi. Anda dapat diminta mengenakan berpikir topi putih atau anda dapat meminta seseorang menggunakannya. Anda dapat menentukan mengenakan atau menggalakannya. Putih itu (polos) menunjukan kenetralan.
2.Berpikir topi merah (pandangan emosional)
Mengenakan topi merah memberikan izin kepada pemikir untuk berkata: “beginilah perasaan saya tentang masalah itu”. Topi merah membenarkan emosi dan perasaan sebagai bagian penting dari berpikir. Topi merah membuat perasaan kelihatan sehingga perasaan-perasaan tersebut dapat menjadi bagian peta berpikir dan menjadi bagian sistem nilai yang memilih rute pada peta itu.
Topi merah menyediakan suatu metode yang menyenangkan bagi seorang pemikir untuk memasuki dan beralih dari mode perasaan dengan cara yang tidak mungkin tanpa suatu sarana demikian. Topi merah mengizinkan seorang pemikir menyelidiki perasaan-perasaan orang lain dengan meminta suatu pandangan topi merah. Apabila seorang pemikir sedang menggunakan topi merah, seyogianya tidak pernah ada suatu usaha untuk membenarkan perasaan-perasaan atau memberikan suatu dasar yang logis bagi alasan-alasan tersebut.
Topi merah meliputi dua jenis perasaan. Pertama, ada emosi-emosi biasa seperti yang kita kenal, yang terbentang dari emosi-emosi yang kuat seperti ketakutan dan ketidaksenangan sampai pada emosi-emosi yang lebih tajam seperti kecurigaan. Kedua, ada penilaian yang kompleks yang memasuki jenis-jenis perasaan demikian seperti firasat, intuisis, indera, rasa, perasaan estetis dan jenis-jenis perasaan lainnya yang tida dapat dibenarkan. Di mana suatu pendapat mempunyai ukuran yang luas dari jenis perasaan ini, maka pendapat itu dapat juga sesuai di bawah topi merah.
3.Berpikir topi hitam (aspek-aspek yang negatif)
Berpikir topi hitam secara khusus menyangkut penilaian negatif. Pemikir topi hitam menunjukan apa yang salah, tidak tepat,dan keliru. Pemikir topi hitam menunjukan bagaimana sesuatu hal itu tidak sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan kita. Pemikir topi hitam menunjukan mengapa sesuatu tidak dapat berfungsi atau bekerja. Pemikir topi hitam menunukan pelbagai risiko dan bahaya yang mungkin. Pemikir topi hitam menunjukan kesalahan suatu desain.
Berpikir topi hitam bukanlah argumen dan tidak pernah dapat dipandang demikian. Berpikir topi hitam adalah suatu usaha objektif untuk meletakan unsur-unsur negatif pada peta berpikir. Berpikir topi hitam mungkin menunjukkan kekeliruan dalam prosedur berpikir dan metodenya sendiri.
Berpikir topi hitam boleh menilai suatu gagasan terhadap masa lalu untuk melihat seberapa baik apa yang terjadi di masa lalu sesuai dengan sekarang ini.
Berpikir topi hitam dapat memproyeksikan suatu gagasan ke masa depan untuk melihat apa yang kini salah dan menimbulkan kegagalan.
Berpikir topi hitam dapat meminta pertanyaan-pertanyaan negatif. Berpikir topi hitam tidak boleh dipergunakan untuk mencakup keinginan yang negatif atau perasaan-perasaan negatif yang sebenarnya merupakan fungsi topi merah.
4.Berpikir topi kuning (optimis, harapan dan berpikir positif)
Berpikir topi kuning itu bersifat positif dan konstruktif. Warna kuning melambangkan cahaya mentari, kecerahan dan optimisme. Berpikir topi kuning memperhatikan penafsiran positif sama seperti berpikir topi hitam memperhatikan penafsiran negatif. Berpikir topi kuning meliputi spektrum positif yang bertentangan dari yang logis dan praktis di satu ujung sampai pada mimpi, impian, dan harapan di ujung yang lain. Berpikir topi kuning memeriksa dan menyelidiki nilai dan keuntungan. Kemudian berpikir topi kuning berusaha mengutamakan optimisme yang logis sekalipun terbatas hanya itu- asalkan tipe-tipe optimisme lainnya dengan tepat dikabulkan.
Berpikir topi kuning bersifat konstruktif dan generatif. Dari berpikir topi kuning muncul pelbagai usul dan anjuran kongkret. Berpikir topi kuning menyangkut ‘operacy’ dan membuat sesuatu terjadi. Tujuan berpikir topi kuning adalah keefektifan.
Berpikir topi kuning menjadi spekulatif dan mencari oportunitas. Berpikir topi kuning juga menyangkut impian dan mimpi. Berpikir topi kuning tidak menyangkut euphoria positif semata (topi merah) dan juga tidak secara langsung menciptakan gagasan baru (topi hiaju).
5.Berpikir topi hijau (kreativitas dan gagasan-gagasan baru)
Topi hijau digunakan untuk berpikir kreatif. Orang yang memakai topi hijau akan menggunakan idiom-idiom berpikir kreatif. Idiom-idiom tersebut diperlukan untuk mengolah hasil sebagai hasil yang kreatif. Idealnya, baik pemikir maupun pendengar seyogianya menggunakan topi berpikir tersebut. Warna hijau melambangkan kesuburan, pertumbuhan, dan kegunaan semaian.
Aspek fundamental dari berpikir topi hijau adalah pencarian berbagai alternatif. Oleh karena itu perlulah refleksi terhadap apa yang diketahui dan yang jelas serta yang memuaskan. Dengan istirahat yang kreatif pemikir topi hijau beristirahat pada suatu saat tertentu untuk mempertimbangkan apakah ada dan terdapat gagasan alternatif pada saat tersebut. Tidak perlu mencari alasan untuk istirahat tersebut.
Dalam berpikir topi hijau idiom gerak-maju menggantikan idiom penilaian dan pertimbangan. Pemikir berusaha maju dari satu gagasan guna mencapai gagasan lain yang baru. Bagian terpenting dari berpikir topi hijau adalah provokasi yang disimbolkan dengan kata po. Provokasi digunakan untuk membawa kita keluar dari pola-pola berpikir yang biasa. Ada banyak cara untuk membentuk provokasi termasuk metode kata yang acak.
Berpikir lateral merupakan seperangkat sikap, idiom dan teknik (termasuk gerak-maju, provokasi dan po) untuk melintasi pola-pola dalam sebuah sistem berpola asimetrik yang mengorganisir sendiri. Sistem tersebut digunakan untuk menghasilkan konsep-konsep dan persepsi-persepsi baru.
6.Berpikir topi biru (pengendalian dan pengaturan proses berpikir)
Topi biru merupakan topi kendali. Pemikir topi biru mengatur berpikirnya sendiri. Berpikir topi biru adalah berpikir yang menyangkut berpikir yang diperlukan untuk mengolah suatu persoalan. Pemikir topi biru bagaikan pemimpin orkes. Pemikir topi biru juga menggunakan topi-topi lainnya. Pemikir topi biru membatasi subjek yang terhadapnya berpikir tersebut ditujukan. Berpikir topi biru menyusun fokusnya. Berpikir topi biru membatasi persoalan dan membentuk persoalan. Berpikir topi biru menetukan tugas-tugas berpikir yang akan dilakukan.
Berpikir topi biru bertanggung jawab untuk membuat iktisar, tinjauan luas dan kesimpulan. Ketiga hal ini dapat saja dikerjakan saat demi saat dalam suatu kurun berpikir dan pada saat akhir berpikir. Berpikir topi biru memantau berpikir dan meyakinkan bahwa aturan-aturan permainan diamati. Berpikir topi biru membuktikan argumen dan menegaskan pada peta tipe berpikir. Berpikir topi biru menerapkan disiplin. Berpikir topi biru dapat digunakan untuk menyelipkan apa yang diminta topi lainnya. Berpikir topi biru dapat juga dipergunakan untuk membuat urutan pelaksanaan berpikir secara tahap demi tahap yang harus diikuti sama seperti suatu tari mengikuti koreografinya.
Bahkan bila peran berpikir topi biru yang khusus diberikan kepada seseorang, masih terbuka juga bagi seseorang menawarkan komentar dan petunjuk-petunjuk topi biru. Musuh terbesar berpikir adalah kerumitan, karena kerumitan menimbulkan kebingungan. Bila berpikir itu jelas dan sederhana, maka akan dapat lebih dinikmati atau menyenangkan dan lebih efektif. Keenam konsep topi berpikir amat sederhana untuk ditangkap dan dimengerti. Keenam konsep tersebut juga gampang diterapkan.
Terdapat dua tujuan utama terhadap keenam konsep topi berpikir itu. Tujuan yang pertama adalah menyederhanakan berpikir dengan mengizinkan seorang pemikir menyelesaikan suatu hal pada suatu saat. Meskipun harus menyimpan emosi, logika, informasi, harapan dan kreativitas semua pada saat yang sama, namun pemikir tersebut mampu memisahkan hal-hal tersebut tadi. Walaupun menggunakan logika untuk mendukung emosi yang setengah tersembunyi pemikir dapat mengemukakan emosi tersebut di bawah topi berpikir merah tanpa perlu melakukan pembenaran. Topi berpikir hitam kemudian dapat mengurusi aspek logika tersebut.
Tujuan utama yang kedua dari keenam konsep topi berpikir mengizinkan suatu peralihan dalam berpikir. Jika seseorang pada suatu pertemuan telah bersikap negatif, orang itu dapat diminta menggunakan ‘topi berpikir hitam’. Hal ini memberikan tanda kepada orang tersebut bahwa ia sedang bersikap negatif. Orang itu dapat juga diminta mengenakan ‘topi berpikir kuning’. Hal ini merupakan permintaan langsung menjadi bersikap positif. Dengan cara demikian keenam topi memberikan suatu idiom yang tertentu tanpa perlu melakukan penyerangan. Apa yang paling penting adalah bahwa idiom itu tidak mengancam ego atau kepribadian orang. Dengan kembali kedalam pemeranan atau bahkan suatu permainan, konsep topi-topi tersebut memungkinkan kita memilih tipe-tipe berpikir tertentu. Topi itu menjadi sejenis alat bantu untuk memberikan instruksi.
Penulis tidak menganjurkan bahwa pada setiap saat dalam berpikir kita bahwa kita harus sadar menggunakan suatu topi atau topi lainnya. Hal ini tidak perlu. Biasanya jika ingin mengenakan topi-topi dalam urutan yang telah disusun resmi dan dalam kasus-kasus demikian kita telah mengatur struktur tersebut sebelumnya. Lebih sering lagi kita ingin mengenakan salah satu topi dengan formalitasnya dalam suatu kesempatan diskusi. Atau kita mungkin meminta orang lain pada diskusi tersebut mengenakan suatu topi tertentu. Pertama-tama hal ini kelihatan aneh dan janggal, tetapi pada saatnya akan kelihatan sangat biasa untuk melontarkan permintaan yang demikian.
Perbaikilah Kepribadian Anda, dan Anda Akan Sukses
"You are free to choose, but the choice you make today will determine what you will have, be and do in the tomorrows of your life" Zig Ziglar.
Hasil survey Stanford Research Institute, Harvard University & Carnegie Foundation menyimpulkan: Bahwa lima belas persen (15 %) dari alasan mengapa seseorang berhasil meraih keberhasilan dalam pekerjaan banyak ditentukan oleh penguasaan pengetahuan dan keterampilan mengenai profesi. Bagaimana yang 85 %? Delapan puluh lima persen dari mereka yang meraih sukses, banyak ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan mengenai manusia! Survey yang lain pada 16 (enam belas) jenis industri di Amerika menunjukkan bahwa ternyata prestasi seseorang tidak ditentukan oleh faktor pendidikan formal apakah seseorang tersebut sarjana atau bukan sarjana,bukan oleh faktor jenis kelamin apakah seseorang itu laki-laki atau perempuan, bukan oleh ras apakah mereka itu kulit putih atau kulit hitam, dan juga bukan oleh umur apakah diatas 40 tahun atau dibawah 40 tahun.
Prestasi seseorang ditentukan oleh kepribadiannya. Bahkan disimpulkan juga bakat yang dibawa sejak lahir hanya berperan sebagai faktor imbuhan saja bagi prestasi seseorang. Kepribadian dan prestasi ibarat flight-attitude yang di-install pada cockpit pesawat terbang. Bila flight attitude menunjukkan kemiringan 45 derajat, maka berarti pesawat miring 45 derajat. Bila kepribadian seseorang tidak positif, maka prestasi yang bersangkutan tidak akan sukses, walau faktor pendukung kesuksesan yang lain dimilikinya. Oleh sebab itu apabila seseorang ingin sukses, tidak ada jalan lain kecuali menimba terus ilmu dan pengetahuan agar wawasannya luas, bekerja terus menerus agar memperoleh pengalaman dan mempertajam keterampilan, berpola pikir dan berpola tindak positif untuk makin menampilkan kepribadian yang positif. Tiga faktor ini yaitu "knowledge, skill and behaviour" oleh Dale Carnegie disebut sebagai faktor keberhasilan seseorang (The Triangle of Success).
KNOWLEDGE
Perjalanan jaman senantiasa diikuti dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Bagi manusia yang terlahir pada jamannya dituntut setidak-tidaknya mengetahui apa yang terjadi dan sedang berkembang, kemudian menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan tersebut dengan sikap yang adaptatif walau harus melakukan perubahan yang memerlukan pengorbanan. Dalam konteks bekerja dan pekerjaan misalnya, penerapan teknologi yang modern sebagai hasil perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat mau tidak mau harus diterima dengan baik, sebab kalau kita tidak melakukannya, bukan hanya ketinggalan dengan yang lain, tetapi bahkan mungkin kita akan terlindas dengan perubahan/kemajuan yang sedang berlangsung. "Make change an ally!" Jadikan perubahan itu sahabat anda. Sebab alergi dengan perubahan, kita akan mandeg.
Dalam pergerakannya, ada satu hal yang tidak pernah berubah, yaitu bahwa jaman akan menawarkan kepada kita berbagai kesempatan terus menerus. Tinggal terserahlah kepada kita akan menyambut kesempatan tersebut dan menangkap atau membiarkannya berlalu. Yang jelas kesempatan yang sama tidak akan datang lebih dari satu kali, hilang diambil oleh yang lain atau lenyap tertelan waktu. Siap atau tidak siap salah satu keberhasilannya tergantung penguasaan kita terhadap ilmu kita yang kita miliki. Sebab menangkap kesempatan harus berbekal ilmu pengetahuan. Semakin luas ilmu kita semakin cakap kita mengambil kesempatan. Hanya orang yang membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan yang banyak mampu menangkap berbagai peluang dan kesempatan.
SKILL
Keterampilan pada akhirnya akan dicapai seseorang apabila mereka melakukannya dalam praktek. Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidaklah cukup untuk bisa disebut sebagai terampil apalagi ahli. Dengan praktek seseorang akan menemui berbagai pengalaman yang sangat variatif, berbagai persoalan dan bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut. Ini membuat penguasaan terhadap fungsi pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya semakin tajam. Berbekal ilmu pengetahuan ditambah pengalaman, seseorang akan mudah menemukan esensi dari ilmu pengetahuan tersebut, yang akan berpengaruh kepada keberhasilan dalam pengeterapannya. Solusi-solusi terhadap masalah bisa dipermudah sebab esensinya dikuasai. Untuk rakyatnya yang diharapkan bisa mandiri dan tidak tergantung kepada negara lain / kapitalis, Mahatma Gandhi menghimbau agar rakyatnya mempraktekkan ilmu pengetahuan yang sudah dimilikinya untuk melakukan produksi untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.. Beliau mengibaratkan betapa tinggi praktek itu dengan perumpamaan bahwa satu ons praktik nilainya sama dengan satu ton ilmu pengetahuan. Maksudnya adalah dengan praktik, seseorang akan mendapatkan banyak manfaat dan ilmu yang lebih detail dan mendalam, sebab betul-betul dirasakannya dan dipahaminya.
BEHAVIOUR
Dipengaruhi oleh karakter yang terbawa sejak lahir, serta lingkungan kehidupan sehari-hari, seseorang akan tampil dengan ciri khusus yang mengemuka sebagai behavior dalam bentuk pola pikir dan pola tindaknya. Tampilan ini secara umum disebut sebagai kepribadian atau personality yang dalam awal tulisan disebut mempengaruhi pencapaian prestasi seseorang dengan dominan. Ada yang beranggapan kepribadian adalah pembawaan yang merupakan keturunan dari orang tua, atau yang tak bisa dirobah. Seorang sarjana, James William, menyatakan bahwa kepribadian seseorang ibarat bawang merah, yang apabila dikupas kulitnya, akan diketemukan kulit yang lain, begitu berkali-kali. Artinya kepribadian sebagai potensi sesungguhnya sangat banyak dimiliki oleh seseorang. Namun tidak nampak. Yang nampak atau ditampilkan sekarang ini adalah sebagian saja dari kepribadian yang dimilikinya. Hakekat dari pengibaratan ini adalah bahwa kepribadian itu bisa dikembangkan. "Attitude is learned, not inherited." Bisa dipelajari, bukan bawaan keturunan.
SELF DEVELOPMENT
Dengan berbekal ilmu pengetahuan (Knowledge), keterampilan (Skill) dan kepribadian (attitude & behaviour) yang dimilikinya, seseorang akan berhasil dalam pekerjaannya dan berprestasi tinggi. Namun itu tentunya tidak cukup. Perjalanan zaman membuat pula "social environment" berkembang. Oleh sebab itu prestasi pun harus berkembang dari waktu ke waktu sehingga seseorang senantiasa dalam posisi "kini lebih baik". Ibarat perjalanan, prestasi berawal dengan pertanyaan untuk diri sendiri ; siapa saya, dimana saya, hendak kemana saya, bagaimana caranya agar sampai kesana.
SIAPA SAYA?
Alangkah sulitnya seseorang yang ingin berkembang tetapi tidak mengenal dirinya sendiri. Untuk itu jurnal kehidupan senantiasa harus diikuti, neraca kehidupan senantiasa harus dibuat. Dengan introspeksi, dengan retrospeksi. Seberapa luas ilmu pengetahuan kita miliki? Seberapa terampilkah kita bekerja? Sepositif apakah kepribadian kita? Pengenalan diri sendiri dan kesadaran akan kekuatan serta kelemahan sendiri merupakan modal utama seseorang untuk bisa melakukan pengembangan diri. Tidak pula bisa dianggap sepele adalah pengenalan seseorang dari atau oleh orang lain yang harus dimanfaatkan sebagai 'feed-back' bagi koreksi akan hal-hal yang tidak baik pada diri kita.
DIMANA SAYA?
Seseorang hidup di tengah-tengah masyarakat, tidak terlepas dari interaksi antar berbagai aspek kepentingan baik manusia yang memiliki kepribadian berbeda-beda., dengan teman sekerja, lembaga / perusahaan dimana kita bekerja, masyarakat, bahkan sistem kerja yang saling interaksi secara global. Seseorang selalu berada di tengah-tengah berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Oleh sebab itu dimana letak posisi seseorang dalam interaksi organisasi, apa statusnya, harus disadari sebagai awal pijak perjalanan prestasi yang panjang.
HENDAK KEMANA SAYA?
Tujuan hidup hendaklah jelas. Clear Goal in Life kata sebagian orang. Bekerja sebagai usaha mewujudkan tujuan hidup haruslah jelas juga.Buat apa kita bekerja? Puaskah kita dengan kondisi sekarang? Atau kita ingin berkembang? Kemana kita akan menuju? Menentukan tujuan dengan jelas merupakan motivasi yang akan menggerakkan kita. Seberapa kuat (strength) kita, apa saja kelemahan (weakness) kita. Apabila sudah kita ketahui, dinamika interaksi sosial banyak menawarkan peluang (opportunities). Bahwa kita bisa menggapai kesempatan, adalah tergantung kesiapan kita. Adakah itu? Di samping itu harus diwaspadai pula bahwa di dalam berbagai kesempatan, ada juga ancaman -ancaman (threats) yang bisa membuat tujuan kita gagal.
BAGAIMANA CARANYA?
Dibumbuhi oleh semangat (enthusiasm), seseorang harus mencapai prestasinya. Untuk itu dalam pelaksanaannya haruslah berbahasa prestasi, bermotif prestasi (achievement motive orieented). Pada diri seseorang, motif prestasi bisa dikembangkan. Kebiasaan mengetahui apa yang dilakukan, senantiasa ingin mencapai hal yang lebih baik dari waktu sebelumnya, membandingkan antara hasil dan resiko-resiko, akan membawa seseorang kepada peningkatan motif prestasi yang semakin tinggi. Akhirnya secara naluriah pada diri seseorang akan terbentuk jiwa yang selalu ingin berprestasi. Seiring perjalanan hidupnya, tampillah suatu sosok jati diri yang mencerminkan kepribadian yang positif,yang bisa filling-nya mempercepat pemilihan antara kegiatan yang berguna bagi prestasinya dengan yang tidak. Dan kata tanya yang tepat untuk ini adalah di dalam kita berkegiatan atau bekerja, selalu ada pertanyaan kepada diri sendiri kenapa tidak yang terbaik yang aku lakukan?
PRESTASI, TERMINAL DARI TUJUAN
Individu adalah bagian dari institusi. Apabiia individu-individu berkembang, berkembang pulalah institusi, demikian sebaliknya. Dan apabila institusi berkembang, celah dan kesempatan semakin banyak, yang bisa kita tangkap semakin banyak pula kemungkinannya. Secara umum, "performance" kita akan saling terkait dengan performance institusi dimana kita bekerja. Oleh sebab itu bagi yang memahami alur pemikiran ini tak ada pilihan kecuali mengejar prestasi dengan bekerja sebaik-baiknya, sebab jalan kearah pencapaian tujuan semakin terbuka.
Pada akhirnya seiring perjalanan umur, sampailah kita di terminal tujuan hidup kita, di puncak karir dan bolehlah kita menghela nafas panjang sambil berucap: "Alhamdulillah, aku menjadi sebaik-baik diriku. Alhamdulillah tidak sia-sia hidupku,".
Sumber: Majalah Human Capital
Hasil survey Stanford Research Institute, Harvard University & Carnegie Foundation menyimpulkan: Bahwa lima belas persen (15 %) dari alasan mengapa seseorang berhasil meraih keberhasilan dalam pekerjaan banyak ditentukan oleh penguasaan pengetahuan dan keterampilan mengenai profesi. Bagaimana yang 85 %? Delapan puluh lima persen dari mereka yang meraih sukses, banyak ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan mengenai manusia! Survey yang lain pada 16 (enam belas) jenis industri di Amerika menunjukkan bahwa ternyata prestasi seseorang tidak ditentukan oleh faktor pendidikan formal apakah seseorang tersebut sarjana atau bukan sarjana,bukan oleh faktor jenis kelamin apakah seseorang itu laki-laki atau perempuan, bukan oleh ras apakah mereka itu kulit putih atau kulit hitam, dan juga bukan oleh umur apakah diatas 40 tahun atau dibawah 40 tahun.
Prestasi seseorang ditentukan oleh kepribadiannya. Bahkan disimpulkan juga bakat yang dibawa sejak lahir hanya berperan sebagai faktor imbuhan saja bagi prestasi seseorang. Kepribadian dan prestasi ibarat flight-attitude yang di-install pada cockpit pesawat terbang. Bila flight attitude menunjukkan kemiringan 45 derajat, maka berarti pesawat miring 45 derajat. Bila kepribadian seseorang tidak positif, maka prestasi yang bersangkutan tidak akan sukses, walau faktor pendukung kesuksesan yang lain dimilikinya. Oleh sebab itu apabila seseorang ingin sukses, tidak ada jalan lain kecuali menimba terus ilmu dan pengetahuan agar wawasannya luas, bekerja terus menerus agar memperoleh pengalaman dan mempertajam keterampilan, berpola pikir dan berpola tindak positif untuk makin menampilkan kepribadian yang positif. Tiga faktor ini yaitu "knowledge, skill and behaviour" oleh Dale Carnegie disebut sebagai faktor keberhasilan seseorang (The Triangle of Success).
KNOWLEDGE
Perjalanan jaman senantiasa diikuti dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Bagi manusia yang terlahir pada jamannya dituntut setidak-tidaknya mengetahui apa yang terjadi dan sedang berkembang, kemudian menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan tersebut dengan sikap yang adaptatif walau harus melakukan perubahan yang memerlukan pengorbanan. Dalam konteks bekerja dan pekerjaan misalnya, penerapan teknologi yang modern sebagai hasil perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat mau tidak mau harus diterima dengan baik, sebab kalau kita tidak melakukannya, bukan hanya ketinggalan dengan yang lain, tetapi bahkan mungkin kita akan terlindas dengan perubahan/kemajuan yang sedang berlangsung. "Make change an ally!" Jadikan perubahan itu sahabat anda. Sebab alergi dengan perubahan, kita akan mandeg.
Dalam pergerakannya, ada satu hal yang tidak pernah berubah, yaitu bahwa jaman akan menawarkan kepada kita berbagai kesempatan terus menerus. Tinggal terserahlah kepada kita akan menyambut kesempatan tersebut dan menangkap atau membiarkannya berlalu. Yang jelas kesempatan yang sama tidak akan datang lebih dari satu kali, hilang diambil oleh yang lain atau lenyap tertelan waktu. Siap atau tidak siap salah satu keberhasilannya tergantung penguasaan kita terhadap ilmu kita yang kita miliki. Sebab menangkap kesempatan harus berbekal ilmu pengetahuan. Semakin luas ilmu kita semakin cakap kita mengambil kesempatan. Hanya orang yang membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan yang banyak mampu menangkap berbagai peluang dan kesempatan.
SKILL
Keterampilan pada akhirnya akan dicapai seseorang apabila mereka melakukannya dalam praktek. Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidaklah cukup untuk bisa disebut sebagai terampil apalagi ahli. Dengan praktek seseorang akan menemui berbagai pengalaman yang sangat variatif, berbagai persoalan dan bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut. Ini membuat penguasaan terhadap fungsi pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya semakin tajam. Berbekal ilmu pengetahuan ditambah pengalaman, seseorang akan mudah menemukan esensi dari ilmu pengetahuan tersebut, yang akan berpengaruh kepada keberhasilan dalam pengeterapannya. Solusi-solusi terhadap masalah bisa dipermudah sebab esensinya dikuasai. Untuk rakyatnya yang diharapkan bisa mandiri dan tidak tergantung kepada negara lain / kapitalis, Mahatma Gandhi menghimbau agar rakyatnya mempraktekkan ilmu pengetahuan yang sudah dimilikinya untuk melakukan produksi untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.. Beliau mengibaratkan betapa tinggi praktek itu dengan perumpamaan bahwa satu ons praktik nilainya sama dengan satu ton ilmu pengetahuan. Maksudnya adalah dengan praktik, seseorang akan mendapatkan banyak manfaat dan ilmu yang lebih detail dan mendalam, sebab betul-betul dirasakannya dan dipahaminya.
BEHAVIOUR
Dipengaruhi oleh karakter yang terbawa sejak lahir, serta lingkungan kehidupan sehari-hari, seseorang akan tampil dengan ciri khusus yang mengemuka sebagai behavior dalam bentuk pola pikir dan pola tindaknya. Tampilan ini secara umum disebut sebagai kepribadian atau personality yang dalam awal tulisan disebut mempengaruhi pencapaian prestasi seseorang dengan dominan. Ada yang beranggapan kepribadian adalah pembawaan yang merupakan keturunan dari orang tua, atau yang tak bisa dirobah. Seorang sarjana, James William, menyatakan bahwa kepribadian seseorang ibarat bawang merah, yang apabila dikupas kulitnya, akan diketemukan kulit yang lain, begitu berkali-kali. Artinya kepribadian sebagai potensi sesungguhnya sangat banyak dimiliki oleh seseorang. Namun tidak nampak. Yang nampak atau ditampilkan sekarang ini adalah sebagian saja dari kepribadian yang dimilikinya. Hakekat dari pengibaratan ini adalah bahwa kepribadian itu bisa dikembangkan. "Attitude is learned, not inherited." Bisa dipelajari, bukan bawaan keturunan.
SELF DEVELOPMENT
Dengan berbekal ilmu pengetahuan (Knowledge), keterampilan (Skill) dan kepribadian (attitude & behaviour) yang dimilikinya, seseorang akan berhasil dalam pekerjaannya dan berprestasi tinggi. Namun itu tentunya tidak cukup. Perjalanan zaman membuat pula "social environment" berkembang. Oleh sebab itu prestasi pun harus berkembang dari waktu ke waktu sehingga seseorang senantiasa dalam posisi "kini lebih baik". Ibarat perjalanan, prestasi berawal dengan pertanyaan untuk diri sendiri ; siapa saya, dimana saya, hendak kemana saya, bagaimana caranya agar sampai kesana.
SIAPA SAYA?
Alangkah sulitnya seseorang yang ingin berkembang tetapi tidak mengenal dirinya sendiri. Untuk itu jurnal kehidupan senantiasa harus diikuti, neraca kehidupan senantiasa harus dibuat. Dengan introspeksi, dengan retrospeksi. Seberapa luas ilmu pengetahuan kita miliki? Seberapa terampilkah kita bekerja? Sepositif apakah kepribadian kita? Pengenalan diri sendiri dan kesadaran akan kekuatan serta kelemahan sendiri merupakan modal utama seseorang untuk bisa melakukan pengembangan diri. Tidak pula bisa dianggap sepele adalah pengenalan seseorang dari atau oleh orang lain yang harus dimanfaatkan sebagai 'feed-back' bagi koreksi akan hal-hal yang tidak baik pada diri kita.
DIMANA SAYA?
Seseorang hidup di tengah-tengah masyarakat, tidak terlepas dari interaksi antar berbagai aspek kepentingan baik manusia yang memiliki kepribadian berbeda-beda., dengan teman sekerja, lembaga / perusahaan dimana kita bekerja, masyarakat, bahkan sistem kerja yang saling interaksi secara global. Seseorang selalu berada di tengah-tengah berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Oleh sebab itu dimana letak posisi seseorang dalam interaksi organisasi, apa statusnya, harus disadari sebagai awal pijak perjalanan prestasi yang panjang.
HENDAK KEMANA SAYA?
Tujuan hidup hendaklah jelas. Clear Goal in Life kata sebagian orang. Bekerja sebagai usaha mewujudkan tujuan hidup haruslah jelas juga.Buat apa kita bekerja? Puaskah kita dengan kondisi sekarang? Atau kita ingin berkembang? Kemana kita akan menuju? Menentukan tujuan dengan jelas merupakan motivasi yang akan menggerakkan kita. Seberapa kuat (strength) kita, apa saja kelemahan (weakness) kita. Apabila sudah kita ketahui, dinamika interaksi sosial banyak menawarkan peluang (opportunities). Bahwa kita bisa menggapai kesempatan, adalah tergantung kesiapan kita. Adakah itu? Di samping itu harus diwaspadai pula bahwa di dalam berbagai kesempatan, ada juga ancaman -ancaman (threats) yang bisa membuat tujuan kita gagal.
BAGAIMANA CARANYA?
Dibumbuhi oleh semangat (enthusiasm), seseorang harus mencapai prestasinya. Untuk itu dalam pelaksanaannya haruslah berbahasa prestasi, bermotif prestasi (achievement motive orieented). Pada diri seseorang, motif prestasi bisa dikembangkan. Kebiasaan mengetahui apa yang dilakukan, senantiasa ingin mencapai hal yang lebih baik dari waktu sebelumnya, membandingkan antara hasil dan resiko-resiko, akan membawa seseorang kepada peningkatan motif prestasi yang semakin tinggi. Akhirnya secara naluriah pada diri seseorang akan terbentuk jiwa yang selalu ingin berprestasi. Seiring perjalanan hidupnya, tampillah suatu sosok jati diri yang mencerminkan kepribadian yang positif,yang bisa filling-nya mempercepat pemilihan antara kegiatan yang berguna bagi prestasinya dengan yang tidak. Dan kata tanya yang tepat untuk ini adalah di dalam kita berkegiatan atau bekerja, selalu ada pertanyaan kepada diri sendiri kenapa tidak yang terbaik yang aku lakukan?
PRESTASI, TERMINAL DARI TUJUAN
Individu adalah bagian dari institusi. Apabiia individu-individu berkembang, berkembang pulalah institusi, demikian sebaliknya. Dan apabila institusi berkembang, celah dan kesempatan semakin banyak, yang bisa kita tangkap semakin banyak pula kemungkinannya. Secara umum, "performance" kita akan saling terkait dengan performance institusi dimana kita bekerja. Oleh sebab itu bagi yang memahami alur pemikiran ini tak ada pilihan kecuali mengejar prestasi dengan bekerja sebaik-baiknya, sebab jalan kearah pencapaian tujuan semakin terbuka.
Pada akhirnya seiring perjalanan umur, sampailah kita di terminal tujuan hidup kita, di puncak karir dan bolehlah kita menghela nafas panjang sambil berucap: "Alhamdulillah, aku menjadi sebaik-baik diriku. Alhamdulillah tidak sia-sia hidupku,".
Sumber: Majalah Human Capital
MEMBANGUN KOMUNIKASI
Bagaimana Membangun Komunikasi
Dua Arah?
Lalu lintas dua arah seringkali menimbulkan kemacetan, terutama di daerah yang padat kendaraan. Tetapi, tidak demikian dengan komunikasi. Komunikasi dua arah justru memperlancar hubungan di berbagai bidang, baik di tempat kerja maupun di rumah. Membangun komunikasi dua arah memang tidak mudah, tetapi siapa tahu dengan menyimak yang berikut, Anda pun bisa melakukannya.
APAKAH PERLU KOMUNIKASI DUA ARAH?
Untuk mengetahui apakah Anda memang perlu membangun komunikasi dua arah, coba jawab beberapa pertanyaan berikut.
• Apakah anak buah atau bawahan Anda sering datang kepada Anda dan secara nyaman menyampaikan ”unek-unek” mereka?
• Apakah Anda dan tim Anda bisa saling menerima kritik tanpa mengambil sikap defensif?
• Apakah Anda tahu rasa frustrasi, masalah, keinginan, minat anggota tim Anda?
• Apakah Anda sering menanyakan pendapat atau masukan dari anggota tim tentang suatu keputusan yang akan Anda ambil?
• Apakah dalam rapat dengan tim, ada kebebasan menyatakan pendapat, memberi usulan dan saran?
Jika sebagian besar jawaban Anda adalah ”tidak”, maka kemungkinan besar Anda perlu membangun komunikasi dua arah. Namun, jika sebaliknya, jawaban Anda kebanyakan adalah ”Ya”, Anda telah memupuk terjadinya komunikasi dua arah, namun tidak ada salahnya untuk menyimak beberapa kendala komunikasi dan usulah strategi komunikasi berikut.
KENDALA KOMUNIKASI
Roger Neugebauer dalam artikelnya ”Communication: A two-way Street” mengungkapkan beberapa kendala yang sering dialami oleh sebuah organisasi dalam berkomunikasi dua arah.
Protectiveness (Perlindungan). Pimpinan seringkali tidak memberitahukan informasi tertentu pada karyawannya atau timnya karena takut akan menyakiti hati karyawan. Alasan lain adalah bahwa pimpinan menganggap bahwa informasi tersebut harus dilindungi, dan bukan untuk konsumsi karyawan karena karyawan tidak akan mungkin mengerti apa yang akan disampaikan. Demikian pula dengan karyawan, mereka sering tidak menyampaikan informasi tertentu kepada pimpinan untuk melindungi dirinya dari tindakan pemecatan atau peringatan. Mereka takut jika informasi disampaikan maka pimpinan akan marah, lalu mendiskreditkan mereka, memberikan penilaian yang negatif terhadap mereka (sehingga berdampak pada kenaikan gaji yang kecil), atau bahkan yang paling ekstrem adalah memecat mereka.
Defensiveness (Pertahanan). Selain menahan informasi, seseorang juga bisa saja tidak mau menerima informasi (menolak untuk mendengar informasi yang disampaikan). Hal ini terjadi jika mereka sudah membentuk emosi negatif terhadap orang yang memberi informasi, mungkin karena orang tersebut telah merendahkan dengan kata-kata yang menyakitkan. Hal ini membuat ia merasa ”diserang”, sehingga secara alami, orang yang merasa diserang tersebut membangun benteng pertahanan dengan menahan informasi yang masuk. Ia menganggap informasi tersebut juga akan membuatnya sakit hati. Misalnya saja ada Pak Arief yang memberi komentar kurang baik tentang prestasi seorang anak buahnya. Anak buah Pak Arief cenderung merasa bahwa masukan tersebut ”menyerang” harga dirinya, egonya, dan kualitas kerjanya. Padahal sebenarnya Pak Arief hanya ingin memberikan masukan untuk perbaikan, tetapi masukan ini disampaikan dengan kata-kata yang tidak dipikirkan dulu penyampaiannya. Ketika merasa diserang maka anak buah Pak Arief cenderung akan marah, dan menutup ”telinga” terhadap informasi lainnya yang mungkin saja berguna untuknya (misalnya: informasi mengenai strategi memperbaiki kinerjanya).
Tendency to evaluate (Kecenderungan untuk menghakimi). Jika mendapat informasi dari seseorang mengenai keburukan orang lain, pimpinan cenderung mengambil sikap yang mengevaluasi tanpa mengumpulkan data yang lengkap sebelum berkomunikasi dengan orang yang dibicarakan tersebut. Karena terpengaruh oleh pandangan satu orang, pimpinan langsung membentuk opini tertentu dan mengambil keputusan sepihak tanpa melibatkan orang-orang yang terkait, dan tanpa mengumpulkan fakta lapangan yang cukup. Ini bukanlah merupakan komunikasi dua arah, tetapi komunikasi satu arah, atau bahkan bisa dikatakan bahwa tidak terjadi komunikasi sama sekali.
Narrow perspectives (Perspektif yang sempit). Karena jarang meninjau pekerjaan orang lain, atau keluar dari lingkungan pekerjaan sendiri, seseroang seringkali dibatasi pada cara pandangnya sendiri. Ia tidak mencoba melihat dari sudut pandang orang lain. Pimpinan yang sering mengambil keputusan besar yang menyangkut keputusan keuangan dan strategi operasional secara umum, seringkali tidak mempertimbangkan detail pelaksanaan pekerjaan dan sudut pandang para pekerjaan. Sebaliknya, para karyawan, seringkali hanya melihat suatu masalah dari sudut pandangnya sendiri (kepentingan individunya semata, tanpa mencoba memahami sebuah situasi dari sudut pandang yang berbeda). Sempitnya perspektif inilah yang sering menyebabkan konflik (tiap orang hanya melihat dari sudut pandang sendiri, dan tidak mencoba memahami orang lain). Sebagai contoh, keputusan seorang pemimpin untuk membatasi percakapan telepon selama tiga menit saja, dianggap sebagai keputusan yang tidak populer, apalagi untuk bagian marketing yang sering kali menggunakan telepon untuk berhubungan dengan calon pelanggan atau pelanggan yang ada.
Mismatched expectations. Peter Drucker mengatakan bahwa pikiran manusia seringkali hanya membatasi informasi yang cocok dengan ekspektasinya Jika, ternyata informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, maka orang tersebut cenderung tidak termotivasi untuk mendengarkan informasi yang disampaikan. Misalnya: jika dalam rapat-rapat ternyata seringkali tanggapannya tidak diperhatikan, maka karyawan cenderung enggan menyatakan pendapat, karena ia beranggapan percuma saja menyampaikan pendapat, karena biasanya juga tidak ada follow-up-nya. Demikian pula dengan pimpinan, yang sering mendengarkan pendapat karyawan yang dianggapnya tidak relevan dengan keputusan yang akan diambil. Pimpinan tersebut cenderung tidak mendengarkan pendapat dari orang tersebut di waktu-waktu yang berikutnya.
Insufficient time. Alasan lain adalah keterbatasan waktu untuk menyampaikan informasi secara menyeluruh. Karena kegiatan rutin yang harus diselesaikan dengan segera, seringkali waktu berkomunikasi dilupakan, atau komunikasi dilakukan dengan tergesa. Akibatnya, informasi yang disampaikan kepada orang lain pun tidak lengkap. Dampaknya adalah orang lain hanya menerima sebagian informasi (tidak utuh), sehingga ada kemungkinan informasi tersebut salah dipahami.
MEMBANGUN KOMUNIKASI DUA ARAH
Setelah memahami berbagai kendala yang menghambat terjadinya komunikasi dua arah, kita akan lebih mudah untuk menyusun strategi guna membangun komunikasi dua arah tersebut. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa dicoba.
Mendengar. Dalam komunikasi dua arah, ada yang berbicara, dan ada yang mendengar. Yang sering terjadi adalah tiap pihak saling menunggu kesempatan untuk berbicara tanpa meluangkan waktu untuk mendengar apa yang disampaikan pihak lain (karena ia sibuk menyiapkan apa yang akan disampaikan). Seringkali, banyak permasalahan dapat terselesaikan justru bukan karena seseorang menjadi pembicara yang handal, melainkan karena ia bersedia memahami orang lain dengan cara mendengarkan dengan saksama apa yang disampaikan (keluhan, masalah, keinginan, harapan). Informasi yang didengar inilah yang bisa dijadikan dasar untuk menentukan langkah selanjutnya untuk menyelesaikan masalah.
Terbuka. Untuk mendorong tiap pihak untuk saling terbuka, seorang pimpinan hendaknya tidak menghukum orang yang menyampaikan pendapat, masalah, atau perasaannya. Keterbukaan bisa juga dibuatkan wadahnya, yaitu melalui bulletin board, kotak saran, atau media antarkaryawan. Karyawan yang menyampaikan pendapat atau ide yang bisa dimanfaatkan perusahaan, bisa diberikan hadiah, atau penghargaan. Demikian juga dengan karyawan yang bisa mengidentifikasi atau mengantisipasi masalah serta mengusulkan alternatif pemecahannya.
Menyamakan persepsi. Komunikasi dua arah sering terhambat karena adanya perbedaan persepsi terhadap suatu masalah. Dengan demikian, dalam berkomunikasi, ada baiknya disampaikan juga latar belakang pemikiran dari ide yang disampaikan, sehingga orang lain juga bisa memiliki persepsi yang sama, berangkat dari persepsi yang sama, atau paling tidak memahami persepsi orang yang menyampaikan informasi tersebut. Jika pemahaman sudah tergalang, maka komunikasi dua arah akan lebih mudah mengalir.
Komunikasi empat mata. Banyak juga karyawan yang enggan menyampaikan pendapat karena sungkan berbicara di hadapan banyak orang, padahal mungkin saja karyawan tersebut memiliki ide yang brilian. Seorang pimpinan bisa mencoba melakukan komunikasi dua arah terhadap anak buahnya secara regular untuk memahami kebutuhan, ekspektasi, masalah mereka. Dengan komunikasi empat mata, bawahan mungkin saja lebih nyaman menyatakan pendapat atau menyampaikan permasalahan yang ditemuinya di lapangan. Jadi, komunikasi empat mata penting untuk dilakukan dengan lebih sering, tidak hanya ketika melakukan evaluasi kerja tahunan.
Ada banyak cara untuk membangun komunikasi dua arah, beberapa di antaranya baru saja kita bahas bersama. Mungkin Anda bisa memilih mana yang paling cocok untuk Anda, atau mengkombinasi beberapa strategi untuk mencapai komunikasi dua arah dengan lebih mudah, dengan hasil yang lebih baik. Selamat berkomunikasi!
Dua Arah?
Lalu lintas dua arah seringkali menimbulkan kemacetan, terutama di daerah yang padat kendaraan. Tetapi, tidak demikian dengan komunikasi. Komunikasi dua arah justru memperlancar hubungan di berbagai bidang, baik di tempat kerja maupun di rumah. Membangun komunikasi dua arah memang tidak mudah, tetapi siapa tahu dengan menyimak yang berikut, Anda pun bisa melakukannya.
APAKAH PERLU KOMUNIKASI DUA ARAH?
Untuk mengetahui apakah Anda memang perlu membangun komunikasi dua arah, coba jawab beberapa pertanyaan berikut.
• Apakah anak buah atau bawahan Anda sering datang kepada Anda dan secara nyaman menyampaikan ”unek-unek” mereka?
• Apakah Anda dan tim Anda bisa saling menerima kritik tanpa mengambil sikap defensif?
• Apakah Anda tahu rasa frustrasi, masalah, keinginan, minat anggota tim Anda?
• Apakah Anda sering menanyakan pendapat atau masukan dari anggota tim tentang suatu keputusan yang akan Anda ambil?
• Apakah dalam rapat dengan tim, ada kebebasan menyatakan pendapat, memberi usulan dan saran?
Jika sebagian besar jawaban Anda adalah ”tidak”, maka kemungkinan besar Anda perlu membangun komunikasi dua arah. Namun, jika sebaliknya, jawaban Anda kebanyakan adalah ”Ya”, Anda telah memupuk terjadinya komunikasi dua arah, namun tidak ada salahnya untuk menyimak beberapa kendala komunikasi dan usulah strategi komunikasi berikut.
KENDALA KOMUNIKASI
Roger Neugebauer dalam artikelnya ”Communication: A two-way Street” mengungkapkan beberapa kendala yang sering dialami oleh sebuah organisasi dalam berkomunikasi dua arah.
Protectiveness (Perlindungan). Pimpinan seringkali tidak memberitahukan informasi tertentu pada karyawannya atau timnya karena takut akan menyakiti hati karyawan. Alasan lain adalah bahwa pimpinan menganggap bahwa informasi tersebut harus dilindungi, dan bukan untuk konsumsi karyawan karena karyawan tidak akan mungkin mengerti apa yang akan disampaikan. Demikian pula dengan karyawan, mereka sering tidak menyampaikan informasi tertentu kepada pimpinan untuk melindungi dirinya dari tindakan pemecatan atau peringatan. Mereka takut jika informasi disampaikan maka pimpinan akan marah, lalu mendiskreditkan mereka, memberikan penilaian yang negatif terhadap mereka (sehingga berdampak pada kenaikan gaji yang kecil), atau bahkan yang paling ekstrem adalah memecat mereka.
Defensiveness (Pertahanan). Selain menahan informasi, seseorang juga bisa saja tidak mau menerima informasi (menolak untuk mendengar informasi yang disampaikan). Hal ini terjadi jika mereka sudah membentuk emosi negatif terhadap orang yang memberi informasi, mungkin karena orang tersebut telah merendahkan dengan kata-kata yang menyakitkan. Hal ini membuat ia merasa ”diserang”, sehingga secara alami, orang yang merasa diserang tersebut membangun benteng pertahanan dengan menahan informasi yang masuk. Ia menganggap informasi tersebut juga akan membuatnya sakit hati. Misalnya saja ada Pak Arief yang memberi komentar kurang baik tentang prestasi seorang anak buahnya. Anak buah Pak Arief cenderung merasa bahwa masukan tersebut ”menyerang” harga dirinya, egonya, dan kualitas kerjanya. Padahal sebenarnya Pak Arief hanya ingin memberikan masukan untuk perbaikan, tetapi masukan ini disampaikan dengan kata-kata yang tidak dipikirkan dulu penyampaiannya. Ketika merasa diserang maka anak buah Pak Arief cenderung akan marah, dan menutup ”telinga” terhadap informasi lainnya yang mungkin saja berguna untuknya (misalnya: informasi mengenai strategi memperbaiki kinerjanya).
Tendency to evaluate (Kecenderungan untuk menghakimi). Jika mendapat informasi dari seseorang mengenai keburukan orang lain, pimpinan cenderung mengambil sikap yang mengevaluasi tanpa mengumpulkan data yang lengkap sebelum berkomunikasi dengan orang yang dibicarakan tersebut. Karena terpengaruh oleh pandangan satu orang, pimpinan langsung membentuk opini tertentu dan mengambil keputusan sepihak tanpa melibatkan orang-orang yang terkait, dan tanpa mengumpulkan fakta lapangan yang cukup. Ini bukanlah merupakan komunikasi dua arah, tetapi komunikasi satu arah, atau bahkan bisa dikatakan bahwa tidak terjadi komunikasi sama sekali.
Narrow perspectives (Perspektif yang sempit). Karena jarang meninjau pekerjaan orang lain, atau keluar dari lingkungan pekerjaan sendiri, seseroang seringkali dibatasi pada cara pandangnya sendiri. Ia tidak mencoba melihat dari sudut pandang orang lain. Pimpinan yang sering mengambil keputusan besar yang menyangkut keputusan keuangan dan strategi operasional secara umum, seringkali tidak mempertimbangkan detail pelaksanaan pekerjaan dan sudut pandang para pekerjaan. Sebaliknya, para karyawan, seringkali hanya melihat suatu masalah dari sudut pandangnya sendiri (kepentingan individunya semata, tanpa mencoba memahami sebuah situasi dari sudut pandang yang berbeda). Sempitnya perspektif inilah yang sering menyebabkan konflik (tiap orang hanya melihat dari sudut pandang sendiri, dan tidak mencoba memahami orang lain). Sebagai contoh, keputusan seorang pemimpin untuk membatasi percakapan telepon selama tiga menit saja, dianggap sebagai keputusan yang tidak populer, apalagi untuk bagian marketing yang sering kali menggunakan telepon untuk berhubungan dengan calon pelanggan atau pelanggan yang ada.
Mismatched expectations. Peter Drucker mengatakan bahwa pikiran manusia seringkali hanya membatasi informasi yang cocok dengan ekspektasinya Jika, ternyata informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, maka orang tersebut cenderung tidak termotivasi untuk mendengarkan informasi yang disampaikan. Misalnya: jika dalam rapat-rapat ternyata seringkali tanggapannya tidak diperhatikan, maka karyawan cenderung enggan menyatakan pendapat, karena ia beranggapan percuma saja menyampaikan pendapat, karena biasanya juga tidak ada follow-up-nya. Demikian pula dengan pimpinan, yang sering mendengarkan pendapat karyawan yang dianggapnya tidak relevan dengan keputusan yang akan diambil. Pimpinan tersebut cenderung tidak mendengarkan pendapat dari orang tersebut di waktu-waktu yang berikutnya.
Insufficient time. Alasan lain adalah keterbatasan waktu untuk menyampaikan informasi secara menyeluruh. Karena kegiatan rutin yang harus diselesaikan dengan segera, seringkali waktu berkomunikasi dilupakan, atau komunikasi dilakukan dengan tergesa. Akibatnya, informasi yang disampaikan kepada orang lain pun tidak lengkap. Dampaknya adalah orang lain hanya menerima sebagian informasi (tidak utuh), sehingga ada kemungkinan informasi tersebut salah dipahami.
MEMBANGUN KOMUNIKASI DUA ARAH
Setelah memahami berbagai kendala yang menghambat terjadinya komunikasi dua arah, kita akan lebih mudah untuk menyusun strategi guna membangun komunikasi dua arah tersebut. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa dicoba.
Mendengar. Dalam komunikasi dua arah, ada yang berbicara, dan ada yang mendengar. Yang sering terjadi adalah tiap pihak saling menunggu kesempatan untuk berbicara tanpa meluangkan waktu untuk mendengar apa yang disampaikan pihak lain (karena ia sibuk menyiapkan apa yang akan disampaikan). Seringkali, banyak permasalahan dapat terselesaikan justru bukan karena seseorang menjadi pembicara yang handal, melainkan karena ia bersedia memahami orang lain dengan cara mendengarkan dengan saksama apa yang disampaikan (keluhan, masalah, keinginan, harapan). Informasi yang didengar inilah yang bisa dijadikan dasar untuk menentukan langkah selanjutnya untuk menyelesaikan masalah.
Terbuka. Untuk mendorong tiap pihak untuk saling terbuka, seorang pimpinan hendaknya tidak menghukum orang yang menyampaikan pendapat, masalah, atau perasaannya. Keterbukaan bisa juga dibuatkan wadahnya, yaitu melalui bulletin board, kotak saran, atau media antarkaryawan. Karyawan yang menyampaikan pendapat atau ide yang bisa dimanfaatkan perusahaan, bisa diberikan hadiah, atau penghargaan. Demikian juga dengan karyawan yang bisa mengidentifikasi atau mengantisipasi masalah serta mengusulkan alternatif pemecahannya.
Menyamakan persepsi. Komunikasi dua arah sering terhambat karena adanya perbedaan persepsi terhadap suatu masalah. Dengan demikian, dalam berkomunikasi, ada baiknya disampaikan juga latar belakang pemikiran dari ide yang disampaikan, sehingga orang lain juga bisa memiliki persepsi yang sama, berangkat dari persepsi yang sama, atau paling tidak memahami persepsi orang yang menyampaikan informasi tersebut. Jika pemahaman sudah tergalang, maka komunikasi dua arah akan lebih mudah mengalir.
Komunikasi empat mata. Banyak juga karyawan yang enggan menyampaikan pendapat karena sungkan berbicara di hadapan banyak orang, padahal mungkin saja karyawan tersebut memiliki ide yang brilian. Seorang pimpinan bisa mencoba melakukan komunikasi dua arah terhadap anak buahnya secara regular untuk memahami kebutuhan, ekspektasi, masalah mereka. Dengan komunikasi empat mata, bawahan mungkin saja lebih nyaman menyatakan pendapat atau menyampaikan permasalahan yang ditemuinya di lapangan. Jadi, komunikasi empat mata penting untuk dilakukan dengan lebih sering, tidak hanya ketika melakukan evaluasi kerja tahunan.
Ada banyak cara untuk membangun komunikasi dua arah, beberapa di antaranya baru saja kita bahas bersama. Mungkin Anda bisa memilih mana yang paling cocok untuk Anda, atau mengkombinasi beberapa strategi untuk mencapai komunikasi dua arah dengan lebih mudah, dengan hasil yang lebih baik. Selamat berkomunikasi!
8 kecerdasan
Manusia memiliki kecerdasan yang dapat dibedakan menjadi 8. Dalam istilah yang lebih populer, kedelapan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia itu adalah :
1.Kecerdasan Linguistik : Word Smart
Adalah kecerdasan menggunakan kata-kata secara efektif. Kecerdasan ini sangat berguna bagi para penulis, aktor, pelawak, selebriti, radio dan para pembicara hebat. Kecerdasan juga membantu kesuksesan kariernya di bidang pemasaran dan politik.
Coba anda periksa kepribadian di bawah ini, mana yang merupakan kepribadian anda:
- Suka menulis kreatif di rumah.
- Senang menulis kisah khayal, lelucon dan cerpen.
- Menikmati membaca buku di waktu senggang.
- Menyukai pantun, puisi dan permainan kata.
- Suka mengisi teka-teki silang atau bermain scrable.
Yang manakah kemampuan linguistik anda ??
Jika kamu di sekolah, kampus banyak bicara dan kurang memperhatikan pelajaran atau menikmati menulis puisi di rumah tapi tidak mengerjakan PR, senang bercerita. Kamu mepunyai kecerdasan linguistik. Kembangkanlah potensimu terus. Suatu saat kamu akan menjadi seseorang yang hebat.
2. Kecerdasan Logis- Matematis : Number Smart
Kecerdasan yang satu ini adalah ketrampilan mengolah angka dan kemahiran menggunakan logika dan akal sehat. Ini adalah kecerdasan yang digunakan ilmuwan untuk membuat hipotesa dan dengan tekun mengujinya dengan eksperimen. Ini juga kecerdasan yang digunakan oleh Akuntan pajak, pemrogaman komputer dan ahli matematika.
Coba periksa ketrampilan yang ada pada anda saat ini:
- Menghitung problem aritmatika dengan cepat di luar kepala.
- Menikmati menggunakan bahasa komputer atau progam software logika
- Ahli bermain catur, dan permainan strategi lainnya
- Menjelaskan masalah secara logis
-Merancang Eksperimen
-Suka bermain teka-teki logika
- Mudah memahami sebab-akibat
- Menikmati pelajaran matematika dan IPA serta mendapatkan prestasi yang bagus
Kemampuan logis yang manakah yang saya miliki ??
Inilah kecerdasan yang dikaitkan dengan kecerdasan dalam bersekolah. Jika kamu memiliki kecenderungan kutu buku, mendapat nilai tinggi IPA, menikmati dan berinteraksi dengan komputer, mencoba mencari jawaban yang sulit, maka Kamu berbakat besar dalam kecerdasan ini. Kembangkan terus, suatu saat kamu akan menjadi seorang ilmuwan, akuntan, insinyur, ahli pemrogaman komputer atau mungkin filosofi.
3. Kecerdasan Spasial : Picture Smart
Ini adalah kecerdasan gambar dan bervisualisasi. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk menvisualisasikan gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakannya dalam bentuk 2 atau 3 dimensi. Seniman atau pemahat serta pelukis memiliki kecerdasan ini dalam tingkat tinggi.
Coba periksa ketrampilan yang menurut kamu ada pada diri kamu:
- Menonjol dalam kelas seni kelas.
- Mudah membaca peta, grafik dan diagram.
- Menggambar sosok orang atau benda persis aslinya
- Mencoret-coret diatas kertas
- Lebih mudah memahami lewat gambar daripada lewat kata-kata ketika sedang membaca.
Jadi yang manakah kemampuan spasial yang anda miliki ??
Seandaianya kamu menonjol dalam kecerdasan ini, kembangkanlah. Karena suatu saat kamu bisa jadi pelukis, pemahat, designer, dan perancang bangun.
4 Kecerdasan Kinestetik- Jasmani : Body Smart
Kecerdasan jasmani adalah kecerdasan seluruh tubuh (atlet, penari, seniman, pantomim aktor) dan juga kecerdasan tangan (montir, penjahit, tukang kay, ahli bedah)
Coba anda piilih ketrampilan yang ada pada diri anda:
- Bergerak-gerak ketika sedang duduk
- Terlibat dalam kegiatan fisik seperti renang, bersepeda, hiking atau bermain skate board.
- Perlu menyentuh sesuatu yang ingin dipelajari.
- Menikmati melompat, gulat dan lari.
- Memperlihatkan kerampilan dalam kerajinan tangan seperti kayu, menjahit, mengukir.
- Menikmati bekerja dengan tanah liat, melukis dengan jari, atau kegiatan “kotor” lainnya.
- Suka membongkar sebuah benda kemudian menyusunnya lagi
Lalu kemampuan kinestetik jasmani apa yang anda miliki sekarang ??
Jika anda tidak betah duduk lama-lama dan lebih suka bergerak, menyukai studi lapangan, maka kamu menonjol dalam kecerdasan ini. Maka kembangkanlah terus.
5. Kecerdasan Musikal: Music SmartKecerdasan musical melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan irama atau sekedar menikmati musik. Dalam bentuknya yang lebih canggih, kecerdasan ini mencakup para diva dan virtuoso piano di dunia seni dan budaya.
Bakat musik adalah sesuatu bakat yang selam ini dibiarkan atau ditelantarkan di sekolah. Jikalau kamu memiliki bakat ini maka ada baiknya mengembangkan di luar lingkungan sekolah.
6. Kecerdasan Antar Pribadi: People Smart
Kecedasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami dan bekerj untuk orang lain. Kecerdasan ini melibatkan banyak hal, mulai dari kemampuan berempati, kemampuan memimpin, dan kemampuan mengorganisir orang lain.
Nah jika kalian sangat populer di kalangan teman-temanmu dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cepat. Maka kamu berbakat dalam kecerdasan ini. Kembangkanlah, suatu saat kamu akan menjadi seorang pemimpin, konselor, pengusaha atau organiser komunitas.
7. Kecerdasan Intra Pribadi: Self Smart
Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami diri sendiri, kecerdasan untuk mengetahui siapa sebenarnya diri kita sendiri. Kecerdasan ini sangat penting bagi para wira usahawan dan individu lain yang harus memiliki persyaratan disiplin diri, keyakinan, dan pengetahuan diri untuk mengetahui bidang atau bisnis baru.
Jika kamu mampu mengetahui siapa diri kamu sebenarnya, pandai menargetkan dan menentukan target untuk diri sendiri. Kamu percaya diri dan tidak pemalu, maka kamu berbakat dalam kecerdasan ini. Kembangkanlah terus kecerdasan ini karena sangat dibutuhkan dalam kehidupan untuk meraih kesuksesan.
8. Kecerdasan Naturalis: Nature Smart
Kecerdasan naturalis melibatkan kemampuan untuk mengenal bentuk-bentuk alam di sekitar kita: Bunga, burung, pohon, hewan serta flora dan fauna lainny. Kecerdasan ini dibutuhkan di banyak profesi seperti ahli biologi, penjaga hutan, dokter, hewan dan holtikulturalis.
Kita harus ingat bahwa setiap orang memiliki 8 kecerdasan diatas dan setiap harinya digunakan dan dikombinasikannya. Contohnya saja bila pemain sepak bola menggiring bola maka mereka menggunakan kecerdasan kinestetik-jasmani untuk menggiring bola, kecerdasan spasial untuk memvisualisasikan posisi bola setelah lawan menendangnya, dan kecerdasan antar pribadi untuk kerja sama dengan anggota tim lainnya. Akan tetapi mereka memiliki salah satu kecerdasan yang paling dominan yaitu kinestik-jasmani.
Nah sekali lagi untuk menjadi orang yang sukses anda harus bisa mencari dan menemukan kecerdasan yang paling dominan pada diri kamu dan terus mengasahnya agar menjadi talenta dan orang yang sukses dan hebat.
ENAM SEPATU BERTINDAK
Enam Sepatu Bertindak - Six Action Shoes (Edward de Bono)
Pakar kreativitas yang terkenal di dunia, Edward de Bono, yang teorinya banyak diterapkan oleh perusahaan terkemuka seperti IBM, NYY Jepang, du Pont, dan Ford dan pemerintahan Amerika Serikat, Brasilia, dan Singapura, menggugah perhatian kita kembali dengan hasil penemuannya yang gemilang. Setelah mengubah kosa kata dunia usaha dengan buku larisnya “berpikir lateral” dan “enam topi berpikir”, sekarang ia mengalihkan energinya yang seakan-akan tidak pernah habis ke dalam buku berjudul “Enam Sepatu Bertindak”.
Gagasan kerangka kerja “enam sepatu” cemerlang namun sangat sederhana ini memberi kita sarana untuk mengidentifikasi berbagai situasi berbeda sheingga kita dapat mengendalikannya dan menanggapinya dengan cara yang paling efektif. De Bono dengan jelas menguraikan peristiwa dan tindakan yang berkaitan dengan setiap jenis sepatu dan menerangkan bahwa sementara ada orang yang lebih baik bereaksi dengan satu mode tertentu – katakanlah, dalam mengambil tindakan darurat (sepatu karet jingga) ketimbang mengakumulasikan informasi (sepatu olahraga abu-abu) – orang yang benar-benar berhasil akan menguasai keseluruh enam mode tindakan dan belajar menyesuaikan tindakannya dengan situasi yang tengah berlangsung.
Pakar kreativitas yang terkenal di dunia, Edward de Bono, yang teorinya banyak diterapkan oleh perusahaan terkemuka seperti IBM, NYY Jepang, du Pont, dan Ford dan pemerintahan Amerika Serikat, Brasilia, dan Singapura, menggugah perhatian kita kembali dengan hasil penemuannya yang gemilang. Setelah mengubah kosa kata dunia usaha dengan buku larisnya “berpikir lateral” dan “enam topi berpikir”, sekarang ia mengalihkan energinya yang seakan-akan tidak pernah habis ke dalam buku berjudul “Enam Sepatu Bertindak”.
Gagasan kerangka kerja “enam sepatu” cemerlang namun sangat sederhana ini memberi kita sarana untuk mengidentifikasi berbagai situasi berbeda sheingga kita dapat mengendalikannya dan menanggapinya dengan cara yang paling efektif. De Bono dengan jelas menguraikan peristiwa dan tindakan yang berkaitan dengan setiap jenis sepatu dan menerangkan bahwa sementara ada orang yang lebih baik bereaksi dengan satu mode tertentu – katakanlah, dalam mengambil tindakan darurat (sepatu karet jingga) ketimbang mengakumulasikan informasi (sepatu olahraga abu-abu) – orang yang benar-benar berhasil akan menguasai keseluruh enam mode tindakan dan belajar menyesuaikan tindakannya dengan situasi yang tengah berlangsung.
Langganan:
Postingan (Atom)

